Sementara itu, sejumlah Kementerian dan lembaga lain juga telah menggerakkan sumber daya menuju lokasi bencana.
Basarnas mengerahkan special group SAR dari beberapa wilayah, seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat, untuk membantu evakuasi dan penyelamatan korban yang tertimpa reruntuhan.
Kementerian Pekerjaan Umum telah berkoordinasi dengan sumber daya di daerah untuk membersihkan material longsor yang terjadi di akses jalan maupun sungai akibat gempa.
Baca Juga:NTT Diguncang Gempa, TNI Turunkan Personel hingga Hercules untuk Bantu WargaPrabowo Terima Laporan TNI: 2.500 Jembatan Desa hingga 3.000 Titik Air Bersih Dikebut
Sedangkan dari Kementerian Sosial, bantuan sudah mulai digerakkan dari gudang logistik Kupang, NTT. Bantuan ini didorong menuju wilayah terdampak, seperti Ngagekeo dan Sikka.
Selain bantuan, personel Tagana juga digerakan menuju lokasi terdampak. Kementerian Sosial siap dengan pengaktifan dapur umum dan pelayanan psikososial.
Pada sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan akan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di tingkat pusat dan daerah.
Menteri Kesehatan menyampaikan ia akan memimpin rapat awal HEOC nanti malam (15/8) antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Tim dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan juga segera diberangkatkan bersama tim BNPB.
Di sektor perhubungan, kementerian terkait menyampaikan 5 bandara dari total 15 di NTT yang terdampak gempa. Namun dari jumlah tersebut, runway masih dapat digunakan. Kerusakan terjadi pada terminal bandara.
Sedangkan pelabuhan, terdapat dua fasilitas yang mengalami rusak berat. Pelabuhan lain masih dapat digunakan, sedangkan pelabuhan penyeberangan ada dua fasilitas yang terdampak.
Dalam membantu penanganan darurat, Kementerian Perhubungan menyiagakan helikopter dan pesawat untuk dapat digunakan di bawah koordinasi BNPB.
Baca Juga:Di Sidang Tahunan MPR, Prabowo Ungkap 121 Kebijakan yang Disebut Mulai Bawa Perubahan336 Ribu Orang Berebut Undangan HUT ke-81 RI, Istana Tambah 3.400 Slot
Dari unsur TNI dan Polri, personel dan alutsista digerakan menuju wilayah-wilayah terdampak, termasuk pengerahan pesawat dan kapal laut militer.
Pada kesempatan itu Kepala BNPB mengatakan, rapat kali ini merupakan tahap awal.
Pihaknya akan menggelar rapat koordinasi penanganan dengan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta semua unsur yang terlibat dalam penanganan darurat. (*)
