JAKARTA, Berita86.com– Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah bergerak cepat menangani berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Penanganan di lapangan diminta tidak hanya berfokus pada kondisi darurat, juga diikuti penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana berikutnya.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Baca Juga:Enam Pesawat TNI AU Terbang Subuh Bawa 31 Ton Bantuan ke NTT dan 500 Pompa Air ke KalimantanPrabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Titik Karhutla dan Beri Arahan
Dalam rapat tersebut, pemerintah mengevaluasi perkembangan penanganan bencana sekaligus memastikan kesiapan berbagai lembaga dalam menghadapi ancaman bencana di sejumlah daerah.
Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire membuat pemerintah perlu meningkatkan kemampuan mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Penanganan Gempa Flores Dipercepat
Salah satu fokus pemerintah adalah penanganan masyarakat terdampak gempa Flores.
Pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sembari mempercepat pemulihan layanan publik dan aktivitas ekonomi.
Untuk mendukung penanganan tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dana tersebut turut mendukung percepatan pembangunan hunian sementara serta rehabilitasi rumah masyarakat yang mengalami kerusakan.
Dukungan transportasi juga diperkuat. Pemerintah meningkatkan konektivitas laut dan udara di NTT agar distribusi bantuan, logistik, serta mobilisasi dalam kondisi darurat dapat berlangsung lebih cepat.
Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau
Selain gempa Flores, pemerintah juga mengantisipasi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga:Rapat di Hambalang, Prabowo Evaluasi Penanganan Karhutla Kalimantan dan Gempa NTTPresiden Prabowo Terbang ke Kalimantan, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di 4 Provinsi
Salah satu perhatian utama adalah terganggunya perjalanan udara yang berdampak terhadap sekitar 45.000 penumpang akibat pembatalan penerbangan.
Pemerintah menyiapkan sejumlah opsi bagi penumpang terdampak, termasuk pengembalian dana tiket 100 persen maupun penjadwalan ulang perjalanan tanpa biaya tambahan.
Kapasitas transportasi darat dan laut juga akan ditingkatkan untuk menjadi alternatif bagi masyarakat yang perjalanannya terganggu.
Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca disiapkan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi pergerakan abu vulkanik.
55 Pesawat Dukung Penanganan Karhutla
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian pemerintah.
Penanganan diperkuat melalui operasi darat dan udara sekaligus penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
