Jakarta, Berita86.com— Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga petugas dalam insiden penembakan di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu sore (9/9/2026).
Ketiga korban merupakan bagian dari rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang sedang menjalankan tugas menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi kepolisian, rombongan tersebut diadang dan ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata saat dalam perjalanan. Insiden itu mengakibatkan tiga petugas gugur.
Mentan Amran menyampaikan duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga:Cerita di Balik Keputusan Mendadak Mentan Amran ke Alor: Dari Curhat Mahasiswa Jadi Aksi NyataMentan Amran Bongkar Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Capai Rp71 Triliun
Ia menilai para korban merupakan bagian dari perjuangan menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua,” ujar Amran.
Menurutnya, para petugas yang menjalankan program pertanian dan bantuan pangan tidak seharusnya menjadi sasaran kekerasan.
Karena itu, keamanan bagi petugas lapangan harus menjadi perhatian serius negara.
Amran meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Ia juga meminta aparat memastikan keselamatan para petugas yang masih menjalankan tugas di wilayah Papua.
Program Bantuan Tak Boleh Terhenti
Mentan Amran menegaskan bahwa insiden tersebut tidak boleh membuat program bantuan pangan dan ternak bagi masyarakat Papua terhenti.
Baca Juga:Mentan Amran Meluruskan soal Rp2 Triliun per Bulan: Jangan Fokus pada Angkanya, tapi KejahatannyaMentan Amran Dorong Pesantren Perkuat Ketahanan Pangan, Sediakan Bibit dan Olah Lahan Gratis
Ia menilai keberlanjutan program harus tetap dijaga agar masyarakat di wilayah pedalaman tetap memperoleh manfaat pembangunan pertanian dan ketahanan pangan.
“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya.
Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional memastikan program bantuan ternak dan pangan di Papua Pegunungan tetap dilanjutkan.
Pemerintah juga menyatakan dukungan kepada keluarga para korban yang gugur dalam menjalankan tugas.
