Prabowo Perintahkan Penanganan Bencana Dipercepat, 55 Pesawat Dikerahkan Hadapi Ancaman Karhutla dan Erupsi

Rapat
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Foto: Setpres.
0 Komentar

Untuk mendukung operasi udara, pemerintah mengerahkan 55 pesawat guna memperkuat upaya pengendalian karhutla di wilayah rawan.

Penguatan penanganan tidak hanya diarahkan untuk memadamkan kebakaran, tetapi juga mencegah meluasnya titik api dan mengurangi dampak terhadap masyarakat.

Pemerintah Susun Master Plan Mitigasi Bencana

Prabowo juga mendorong penyusunan master plan mitigasi bencana yang lebih komprehensif.

Baca Juga:Enam Pesawat TNI AU Terbang Subuh Bawa 31 Ton Bantuan ke NTT dan 500 Pompa Air ke KalimantanPrabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Titik Karhutla dan Beri Arahan

Rencana tersebut mencakup penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kesiapan peralatan penanggulangan bencana, serta kemampuan pemerintah dalam merespons kondisi darurat.

Presiden menekankan bahwa setiap kejadian bencana harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem penanganan di masa mendatang.

Dengan demikian, pengalaman dari setiap bencana tidak berhenti pada tahap pemulihan, tetapi menjadi dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi ancaman berikutnya.

Pemerintah memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan hingga wilayah terdampak kembali pulih.

Pada saat yang sama, penguatan mitigasi menjadi bagian penting untuk membangun Indonesia yang semakin siap menghadapi berbagai risiko bencana. (*)

0 Komentar