Kunjungi Shenzhen, Pramono Siapkan Lompatan Besar MRT Jakarta

Siapkan regulasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Pemprov DKI Jakarta.
0 Komentar

Shenzhen, Berita86.com- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan pertemuan bilateral dengan Shenzhen Metro Group di Guangdong, Tiongkok, pada Rabu (22/4/2016).

Pertemuan ini difokuskan pada penjajakan kerja sama pengembangan kawasan berbasis transit atau transit-oriented development (TOD) yang modern dan berkelanjutan guna memperkuat sistem transportasi di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Pramono menegaskan pentingnya mempelajari praktik terbaik dari berbagai kota dunia, khususnya Shenzhen yang dinilai berhasil menghadirkan sistem MRT dengan layanan dan operasional yang sangat efisien.

Baca Juga:Warga Jakarta Diuntungkan, Pramono Siapkan Regulasi Baru untuk Air Bersih Murah dan MerataFantastis! Transaksi JFW 2026 Tembus Rp67,5 Triliun, Pramono: Ekonomi Jakarta Solid

Ia juga menyoroti perbedaan signifikan antara kapasitas angkutan di Shenzhen dan Jakarta. Sistem metro di Shenzhen mampu melayani hingga 13 juta penumpang setiap hari dengan jaringan sepanjang sekitar 635 kilometer.

Sementara itu, MRT Jakarta saat ini baru melayani sekitar 128 ribu penumpang harian. Menurutnya, kesenjangan ini menjadi pelajaran penting untuk mempercepat pengembangan transportasi massal di ibu kota.

Pramono menekankan bahwa kebutuhan transportasi di Jakarta semakin mendesak, mengingat mobilitas harian masyarakat yang keluar-masuk wilayah ibu kota mencapai sekitar 4 juta orang.

Penguatan MRT dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan sekaligus mendorong integrasi kawasan aglomerasi.

Masih dilansir dari rilis resmi Pemprov DKI Jakarta, Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebut kerja sama ini memiliki nilai strategis, terutama dalam pengembangan sistem TOD yang terintegrasi.

Ia menilai pengalaman Shenzhen dapat menjadi referensi penting dalam membangun sistem perkeretaapian perkotaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan Shenzhen Metro Group, Huang Liping, menyampaikan bahwa langkah Jakarta sudah berada di jalur yang tepat dengan menjadikan TOD sebagai fondasi mobilitas kota.

Baca Juga:Gubernur Pramono Atur Lapangan Padel: Tak Boleh Lagi di Kawasan Perumahan, Simak Rincian Aturannya di SiniGroundbreaking Taman Semanggi, Gubernur Pramono Wujudkan RTH Ikonik tanpa Bebani APBD

Berdasarkan pengalaman mereka, pembangunan sistem metro sejak tahap perencanaan awal tidak hanya meningkatkan pergerakan manusia, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tata ruang kota, serta nilai properti.

Masih dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal kolaborasi dalam pengembangan kawasan TOD dan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi di DKI Jakarta. (*)

0 Komentar