JAKARTA, Berita86.com— Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Napindo Media Ashatama terus mematangkan persiapan ajang internasional Indo Livestock 2026.
Kegiatan ini akan menjadi panggung besar yang mempertemukan pelaku industri peternakan, kesehatan hewan, hingga pakan dari berbagai negara.
Tak sekadar pameran, Indo Livestock dirancang sebagai pusat kolaborasi global yang membuka peluang kerja sama lintas negara sekaligus menampilkan kemajuan industri peternakan Indonesia ke dunia internasional.
Baca Juga:Kementan Dorong Investasi Susu di Jateng, Peluang Peternak Makin LuasStok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Rekor Baru yang Bikin Indonesia Makin Percaya Diri
Ajang ini juga akan menghadirkan pertukaran pengetahuan, teknologi, serta inovasi terbaru.
Kehadiran peserta internasional diyakini mampu memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing industri peternakan nasional.
Sebagai bagian dari persiapan, sosialisasi telah digelar selama dua hari pada 21–22 April 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian, lembaga, BUMN, hingga pelaku usaha swasta di sektor peternakan dan industri pakan.
Dalam rilis resmi Kementan, Sabtu, 25 April 2026, Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dari hulu hingga hilir.
Ia menilai BUMN memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional.
Menurutnya, BUMN tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga harus menjadi penggerak utama pembangunan sektor peternakan.
Baca Juga:Mentan Amran Sabet Most Popular Leader 2026, Strategi Jaga Pangan di Tengah Krisis Global Jadi SorotanPrabowo: Kita Semua Patriot! Pesan Kuat untuk 503 Ketua DPRD Ini Jadi Perhatian
Peran tersebut mencakup sebagai offtaker hasil peternak, penguat rantai pasok, pendukung pembiayaan, logistik, hilirisasi, hingga ekspor.
Nuryani juga menilai Indo Livestock 2026 sebagai momentum penting untuk menarik investasi dan memperluas kolaborasi, seiring besarnya potensi subsektor peternakan Indonesia, termasuk keberhasilan dalam produksi ayam dan telur.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH, Makmun, mengajak pelaku usaha untuk aktif berpartisipasi dalam ajang global tersebut.
Ia menekankan bahwa kehadiran pelaku industri akan memperkuat posisi Indonesia di mata mitra internasional.
Indo Livestock, lanjutnya, bukan hanya ajang promosi, tetapi juga sarana strategis untuk menampilkan capaian industri sekaligus memperluas jejaring bisnis global.
Di sisi lain, PT Napindo Media Ashatama sebagai penyelenggara memastikan komitmennya menghadirkan pameran berkualitas.
Perusahaan ini telah berpengalaman menggelar ratusan pameran, termasuk Indo Livestock Expo & Forum sejak 2002.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk dan inovasi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program edukatif di bidang peternakan dan pertanian.
