Pengawasan kemudian diperluas ke Kota Bengkulu dengan cakupan pengujian lebih beragam, meliputi PMK, Enzootic Bovine Leukosis (EBL), Septicaemia Epizootica (SE), Jembrana, serta parasit darah pada sapi dan kerbau. Sebanyak 37 sampel berhasil dikumpulkan dari empat lokasi berbeda.
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa kegiatan surveilans ini bukan sekadar upaya pengendalian penyakit, tetapi juga bentuk perlindungan nyata bagi peternak agar usaha mereka tetap berkelanjutan.
Dengan penguatan deteksi dini, edukasi di lapangan, serta sinergi lintas wilayah, pemerintah memastikan kesehatan ternak tetap terjaga sekaligus menjamin keamanan produk hewan bagi masyarakat menjelang Idul Adha. (*)
