Rp5 Triliun Digelontorkan ke Papua demi Target Lumbung Pangan Nasional 

Penjelasan
Mentan Andi Amran Sulaiman dalam agenda Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua Tahun Anggaran 2026 di Jakarta. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Pemerintah semakin serius menggarap Papua sebagai pusat produksi pangan baru Indonesia.

Melalui berbagai program strategis di sektor pertanian, wilayah timur ini diproyeksikan menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Langkah percepatan ini ditegaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam agenda Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua Tahun Anggaran 2026 di Jakarta.

Baca Juga:Kementan Bangun Lab Vaksin Modern, Langkah Besar Dongkrak Ketahanan Pangan NasionalTerima Laporan Mahasiswa, Mentan Amran Seketika Telepon dan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran

Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala daerah se Tanah Papua, petani, penyuluh, akademisi, hingga unsur TNI.

Menurut Amran, Papua kini masuk dalam prioritas utama penguatan ketahanan pangan nasional. Salah satu fokusnya adalah program cetak sawah yang tengah digencarkan.

“Total pengembangan sawah di Papua mencapai 80 ribu hektare. Sebagian sudah mulai panen, dan sisanya sedang dipersiapkan agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu hektare telah lebih dulu dikembangkan sejak 2025 dan kini mulai menghasilkan.

Sementara 50 ribu hektare lainnya masih dalam tahap pengembangan di tahun 2026.

Untuk mendukung percepatan ini, pemerintah menggelontorkan anggaran besar mencapai Rp5 triliun selama periode 2025–2026.

Dana tersebut digunakan untuk pembukaan lahan, penyediaan alat mesin pertanian modern, serta pengembangan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, pala, kelapa, sagu, dan ubi.

Amran menegaskan, pembangunan pertanian tidak hanya soal membuka lahan baru, tetapi juga transformasi menuju sistem modern berbasis mekanisasi agar lebih efisien dan produktif.

Baca Juga:Mentan Amran Tantang IPB: Jangan Jual Mitos, Jual Ide! Riset Harus Jadi Bisnis NyataFestival Sagu Papua 2026 Siap Digelar, Strategi Baru DJKI Lindungi Produk Lokal dan Dongkrak Nilai Ekonomi

Tak hanya tanaman pangan, sektor peternakan juga diperkuat. Pemerintah mengalokasikan Rp11,06 miliar pada 2026 untuk mendukung pengembangan ternak, mulai dari vaksinasi babi, peningkatan reproduksi, hingga bantuan ayam petelur, kambing, dan domba.

Program ini bertujuan meningkatkan populasi ternak sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein hewani.

Dampak nyata mulai terlihat di lapangan. Di Kabupaten Merauke, harga beras yang sebelumnya sempat menembus Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram kini turun drastis menjadi sekitar Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram.

“Sekarang harga beras sudah normal seperti daerah lain,” ujar Bupati Merauke Yoseph Bladibe Gebze, dilansir dari rilis resmi Kementan, Sabtu, 13 Juni 2026.

0 Komentar