Jakarta, Berita86.com— Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam, 14 Juni 2026.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru investasi global yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.
Sejumlah pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.
Baca Juga:Prabowo Panggil Mendikdasmen, Proyek Besar 71 Ribu Sekolah Siap Dikebut Tahun IniResmi Dibuka Prabowo: RSUD Muhammad Thohir Krui Pangkas Akses 8 Jam Warga Pesisir Barat
Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan langsung dari Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani terkait hasil kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Laporan itu memuat data dan fakta valid mengenai meningkatnya minat investor global terhadap Indonesia, khususnya di sektor-sektor strategis nasional.
Presiden Prabowo menilai capaian tersebut sebagai sinyal kuat bahwa kepercayaan internasional terhadap stabilitas ekonomi dan arah kebijakan Indonesia semakin menguat.
Menindaklanjuti hal tersebut, Presiden memerintahkan agar data positif terkait investasi tersebut disampaikan secara terbuka kepada publik.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa transparansi informasi menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah.
“Presiden meminta agar data ini disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, agar publik mendapatkan informasi yang utuh, berbasis fakta, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Teddy.
Rencananya, Menteri Investasi dan Hilirisasi akan memaparkan secara resmi data tersebut dalam konferensi pers di Istana Merdeka pada Senin, 15 Juni 2026.
Baca Juga:Uji Coba Bansos Digital, Luhut: Verifikasi Cuma 2 Menit dan Hemat Anggaran Ratusan TriliunAturan Menu MBG dari Prabowo: Ayam Maksimal 14 Potong, Telur Tak Boleh Dadar
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat optimisme publik sekaligus menunjukkan posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang semakin diperhitungkan di tingkat global. (*)
