Penajam Paser Utara, Berita86.com – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN pangan terus mempercepat pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kalimantan Timur.
Langkah tersebut untuk memperkuat pasokan telur dan daging ayam sekaligus mendukung kebutuhan protein hewani masyarakat di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan wilayah sekitarnya.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem perunggasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit, pembibitan, budidaya, pakan, hingga distribusi hasil produksi.
Baca Juga:Progres IKN 93%, Pemerintah Fokus Bangun Sistem Digital TerintegrasiMasjid Negara IKN Digunakan untuk Ibadah pada Ramadan 2026: Pusat Aktivitas Keagamaan dan Sosial
Pengembangan HAT diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan Kalimantan Timur terhadap pasokan unggas dari luar daerah.
Dalam rilis resmi Kementan, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin mengatakan pengembangan HAT di Kalimantan Timur merupakan bagian dari program nasional yang mendapat pengawalan langsung dari Kementerian Pertanian.
Menurut Nuryani, Kalimantan Timur menjadi salah satu lokasi prioritas karena memiliki prospek besar untuk pengembangan industri perunggasan terintegrasi seiring meningkatnya kebutuhan telur dan daging ayam di kawasan IKN dan wilayah penyangganya.
“Kami di Ditjen PKH mendapat tugas untuk mengawal pelaksanaan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di sejumlah titik, termasuk Kalimantan Timur,” katanya.
“Mudah-mudahan proses penyiapan lahan ini mendapatkan progres yang sangat baik sehingga program dapat segera direalisasikan,” sambung Nuryani.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan HAT tidak hanya berfokus pada produksi telur dan daging ayam, tetapi juga mencakup pembangunan rantai pasok dari hulu melalui penyediaan parent stock, DOC, pullet, hingga pabrik pakan sebagai faktor pendukung utama keberlanjutan usaha.
Rencana pengembangannya mencakup parent stock ayam petelur yang nantinya menjadi sumber bagi pengembangan final stock peternak di Kalimantan maupun wilayah sekitarnya.
Baca Juga:Aturan Menu MBG dari Prabowo: Ayam Maksimal 14 Potong, Telur Tak Boleh DadarHarga Ayam Hidup Anjlok di Bawah Rp15 Ribu, Kementan Turun Tangan Selamatkan Peternak Rakyat
Selain itu juga akan dibangun pabrik pakan karena pakan merupakan faktor utama pendukung keberhasilan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi.
Menurutnya, kebutuhan telur di kawasan IKN dan Kalimantan Timur masih menunjukkan prospek yang sangat baik untuk dipenuhi melalui penguatan produksi lokal.
“Dari penjelasan yang kami terima, kebutuhan telur di wilayah IKN dan kawasan sekitarnya masih menjadi peluang yang sangat baik untuk dikembangkan. Ini menjadi prospek yang positif bagi pengembangan usaha perunggasan di Kalimantan Timur,” ujarnya.
