Bengkulu, Berita86.com– Menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban saat Idul Adha 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan ternak melalui surveilans terpadu di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Bengkulu.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat, aman dikonsumsi, serta mendukung kelancaran pasokan hewan kurban bagi masyarakat.
Tim dari Balai Veteriner Lampung diterjunkan langsung ke beberapa wilayah seperti Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma, dan Kota Bengkulu pada 24 hingga 28 April 2026.
Baca Juga:Gudang Beras Penuh, Pengamat Sebut Kinerja Kementan TransparanIndo Livestock 2026 Siap Digelar, Kementan Dorong Industri Peternakan Tembus Pasar Global
Fokus utama kegiatan ini adalah mendeteksi secara dini potensi penyakit hewan serta memberikan edukasi kepada para peternak terkait pencegahan dan pengendaliannya.
Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menjelaskan bahwa edukasi kepada peternak menjadi bagian krusial dalam upaya menjaga kesehatan ternak.
Menurutnya, selain melakukan pengujian laboratorium, pihaknya juga membekali peternak dengan pengetahuan untuk mengenali gejala penyakit dan melakukan langkah pencegahan secara mandiri, termasuk vaksinasi.
“Kunci keberhasilan pengendalian penyakit ada pada kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan peternak,” ujarnya.
Upaya ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap peternak dari ancaman penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, hingga Lumpy Skin Disease (LSD).
Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Abdul Hadi menyebut kegiatan ini sangat membantu daerah dalam meningkatkan kewaspadaan, khususnya menjelang Idul Adha.
Ia menekankan pentingnya peran dokter hewan di tingkat kabupaten dan kota sebagai ujung tombak dalam penyebaran informasi dan pengendalian penyakit.
Baca Juga:MoU BUMN–Swasta Tak Boleh Mandek, Kementan Gaspol Hilirisasi Ayam di Sulsel: Peternak Dijamin UntungHarga Susu Dijaga, DPR dan Kementan Dengar Langsung Keluhan Peternak Salatiga
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan kurban bantuan masyarakat tahun 2026.
Di Bengkulu Selatan, satu ekor sapi dengan bobot lebih dari satu ton diperiksa, sementara di Seluma tiga ekor sapi dengan bobot antara 840 hingga 940 kilogram turut diperiksa.
Selain pengecekan fisik, petugas juga mengambil sampel untuk diuji di laboratorium, mencakup deteksi PMK, parasit darah, serta parasit pencernaan.
Hasil awal menunjukkan seluruh sampel sapi bantuan tersebut bebas dari PMK dan parasit darah.
Temuan ini menjadi sinyal positif bahwa kondisi ternak di wilayah tersebut relatif aman dan layak untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
