Jakarta, Berita86.com– Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran strategis Provinsi Lampung sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor peternakan.
Hal ini mencuat dalam kunjungan kerja Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Lampung ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada akhir April, tepatnya pada Kamis, 30 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ajang sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pengembangan sektor peternakan yang dinilai memiliki prospek besar.
Baca Juga:PMK di Lampung Timur Terkendali! Fakta Sebenarnya Terungkap, Ribuan Vaksin Dikerahkan, Kasus Lama TerbongkarHUT Ke-80 PGRI dan HGN 2025, Sekda Lampung Selatan: Guru adalah Fondasi Bangsa dan Pilar Masa Depan Pendidikan
Rombongan DPD RI yang dipimpin Bustami Zainudin diterima langsung oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada.
Diskusi keduanya menyoroti pentingnya keselarasan program agar pengembangan peternakan di Lampung bisa berjalan lebih terarah dan maksimal.
Bustami menegaskan, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci agar potensi daerah tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan nasional.
Ia menilai langkah penyelarasan kebijakan ini penting untuk memastikan pembangunan sektor peternakan berjalan berkelanjutan.
Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari peningkatan populasi dan produktivitas ternak, penguatan ketahanan pangan berbasis peternakan, hingga penanganan penyakit hewan menular.
Selain itu, dukungan terhadap peternak seperti akses pembiayaan dan distribusi sarana produksi juga menjadi perhatian utama.
Masih pada kesempatan tersebut, Hary Suhada menyebut Lampung memiliki peluang besar untuk berkembang lebih jauh.
Baca Juga:Turun ke Bandar Lampung, Mensos Ingin Pastikan Sekolah Rakyat untuk Anak Keluarga MiskinPerencanaan yang Matang Kunci Sukses Lampung Tingkatkan Indeks SPBE
Menurutnya, daerah ini tidak hanya berpotensi sebagai produsen di tingkat regional, tetapi juga mampu menjadi salah satu penyangga pangan nasional bahkan berorientasi ekspor.
Secara geografis, Lampung didukung iklim tropis, ketersediaan lahan luas, serta sumber bahan baku pakan yang melimpah.
Kombinasi ini menjadikan Lampung sebagai wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan peternakan berkelanjutan.
Potensi tersebut terlihat dari komoditas unggulan seperti sapi potong dan unggas.
Pada 2026, populasi ayam ras petelur di Lampung diperkirakan menembus lebih dari 17 juta ekor, sementara populasi itik mencapai sekitar 1,1 juta ekor.
Selain itu, Lampung juga telah lama dikenal sebagai salah satu sentra sapi nasional.
Tak hanya itu, sektor unggas di Lampung juga menunjukkan perkembangan pesat berkat penerapan sistem budidaya modern yang mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
