Tak Lagi di Balik Layar, Perempuan Kini Jadi Motor Utama Peternakan Nasional

Diskusi
Diskusi tentang peran perempuan di sekor peternakan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com – Peran perempuan dalam sektor peternakan kini semakin tak terbantahkan.

Bukan lagi sekadar pendamping, perempuan justru tampil sebagai penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Kementerian Pertanian terus mendorong pemberdayaan perempuan sebagai strategi untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan pelaku usaha peternakan.

Baca Juga:Indo Livestock 2026 Siap Digelar, Kementan Dorong Industri Peternakan Tembus Pasar GlobalGudang Beras Penuh, Pengamat Sebut Kinerja Kementan Transparan

Hal ini mengemuka dalam sebuah diskusi hybrid yang melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor industri, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menegaskan bahwa kontribusi perempuan sangat vital, mulai dari skala rumah tangga hingga aktivitas ekonomi yang lebih luas.

“Perempuan kini bukan hanya pendukung, melainkan aktor utama dalam menggerakkan subsektor peternakan dan memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya

Ia menjelaskan, pendekatan perempuan dalam mengelola ternak membawa dampak positif terhadap produktivitas dan kualitas hasil.

Ketelatenan dan perhatian yang diberikan dalam merawat hewan ternak dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan performa produksi, termasuk hasil susu.

Selain itu, perempuan juga dinilai lebih adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pangan.

Kemampuan mereka dalam berinovasi hingga membuka akses pembiayaan menjadi nilai tambah dalam pengembangan usaha peternakan.

Baca Juga:Pidato Prabowo di May Day 2026 Bikin Haru: Teken Aturan Anti-PHK hingga Perlindungan OjolDi Hadapan 1.500 Komandan TNI, Prabowo Subianto Kobarkan Semangat Juang dan Soliditas Nasional

“Perempuan mampu menghadirkan solusi di berbagai situasi, termasuk mencari peluang pendanaan dan memperluas usaha,” tambahnya, dilansir dari rilis resmi Kementan.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin.

Ia menegaskan bahwa pemerintah membuka peluang luas bagi perempuan untuk terlibat aktif, termasuk dalam pengambilan keputusan strategis.

“Perempuan memiliki peran penting di semua lini, baik teknis maupun kebijakan. Tidak ada pembatasan gender, yang terpenting adalah kapasitas,” tegasnya.

Kementerian Pertanian sendiri telah menggulirkan berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan biosekuriti hingga peningkatan kompetensi tenaga medis veteriner, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor peternakan.

Dari sisi industri, kontribusi perempuan juga terlihat signifikan. Head of Milk Procurement and Dairy Development Nestlé Indonesia, Ida Royani, menyebut bahwa dalam usaha sapi perah berbasis keluarga, perempuan justru memegang peran sebagai pengambil keputusan utama.

0 Komentar