Resmi Jadi PNS, 1.950 Aparatur Kementan Siap Perkuat SDM Peternakan dan Ketahanan Pangan

Pelantikan
Pelantikan CPNS menjadi PNS Kementan sekaligus pengukuhan pejabat fungsional, Selasa, 5 Mei 2026. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com — Kementerian Pertanian (Kementan) resmi melantik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus mengukuhkan pejabat fungsional dalam upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian, Selasa, 5 Mei 2026.

Prosesi pelantikan yang digelar di Kantor Pusat Kementan dan diikuti secara virtual itu mencakup pengambilan sumpah jabatan, pembacaan pakta integritas, hingga penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen profesionalisme aparatur.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa para CPNS yang dilantik merupakan individu terpilih dari jutaan pelamar.

Baca Juga:Jelang Idul Adha 1447 H, Kementan Perketat Pengawasan dan Dorong Pelaporan Data Hewan KurbanLampung Disiapkan Jadi Kunci Pangan Nasional, Kementan Ungkap Potensi Besarnya

Ia meminta para aparatur baru tersebut bekerja maksimal dan menjaga integritas sejak awal pengabdian.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Anda akan menjalani karier panjang untuk berkontribusi membangun sektor pertanian,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi melaporkan total 1.950 aparatur dilantik, dengan sekitar 80 persen di antaranya berasal dari CPNS yang kini menduduki jabatan fungsional.

Menurutnya, sumpah jabatan yang telah diucapkan tidak boleh sekadar menjadi formalitas, melainkan harus diwujudkan dalam kinerja nyata yang profesional dan bertanggung jawab.

“Sumpah jabatan harus diinternalisasi dalam integritas dan kinerja sehari-hari,” tegasnya, dilansir dari rilis resmi Kementan.

Dari total tersebut, sebanyak 158 CPNS di lingkungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan resmi diangkat menjadi PNS, ditambah satu pejabat fungsional yang dilantik sebagai Medik Veteriner Ahli Utama.

Sekretaris Ditjen PKH Nuryani Zainuddin menilai penguatan SDM menjadi faktor krusial dalam menyukseskan berbagai program prioritas di subsektor peternakan dan kesehatan hewan.

Baca Juga:Gudang Beras Penuh, Pengamat Sebut Kinerja Kementan TransparanKementan Dorong Investasi Susu di Jateng, Peluang Peternak Makin Luas

“SDM yang kuat akan memastikan program berjalan optimal, mulai dari peningkatan produksi hingga pengendalian penyakit hewan,” ujarnya.

Kementan menargetkan, penguatan SDM ini mampu mempercepat pembangunan subsektor peternakan dan kesehatan hewan yang berdaya saing, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. (*)

0 Komentar