Jakarta, Berita86.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah serius dengan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban dan keamanan daging.
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan distribusi ternak sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular yang berasal dari hewan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga kualitas dan kelayakan konsumsi.
Baca Juga:Jelang Idul Adha 2026, Pemerintah Pastikan Sapi Bantuan Presiden Sehat dan Layak KurbanJelang Idul Adha 1447 H, Kementan Perketat Pengawasan dan Dorong Pelaporan Data Hewan Kurban
Menurutnya, produk hewan yang beredar harus memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal agar masyarakat tetap terlindungi.
Ia juga menyoroti tingginya mobilitas ternak antarwilayah menjelang Iduladha yang berpotensi menjadi jalur penyebaran penyakit. Karena itu, pengawasan kesehatan hewan diperkuat di berbagai titik distribusi.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti menyebut peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit di lapangan.
Melalui pelatihan dan sertifikasi, tenaga peternakan diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus pengawasan yang optimal kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu mengintensifkan program edukasi nasional.
Pelatihan ini menyasar peternak, penyuluh, hingga panitia kurban, dengan materi mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih hingga penanganan daging yang sesuai standar.
Proses tersebut mencakup pemeriksaan organ dan karkas, penerapan sanitasi yang ketat, hingga distribusi daging yang sesuai prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal).
Baca Juga:Sapi Kurban Presiden Disiapkan, Peternak Lokal Panen Untung, Stok Nasional Tembus 859 Ribu EkorPeternakan Jadi Kunci Kemandirian Pangan, Kementan Perkuat Hilirisasi dan Kesehatan Hewan
Tujuannya jelas: memastikan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat bebas dari risiko kesehatan.
Masih dilansir dari rilis resmi Ditjen PKH Kementan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Tedy Dirhamsyah menekankan bahwa pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
Ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan hewan sebelum pemotongan hingga edukasi masyarakat dalam mengolah daging dengan benar.
Masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap sejumlah penyakit zoonosis yang berpotensi menular, seperti Antraks, Brucellosis, Lumpy Skin Disease, serta Penyakit Mulut dan Kuku.
Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi maupun konsumsi produk hewan yang tidak ditangani dengan benar.
