Pertama di Indonesia, Barantin Dan Pemprov Jatim Kolaborasi Hadirkan Layanan Karantina Terintegrasi

Jumpa pers
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan pers usai meresmikan layanan karantina terintegrasi. Foto: Barantin.
0 Komentar

Sidoarjo, Berita86.com- Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmikan Instalasi Karantina Terpadu di kawasan Pasar Induk Puspa Agro, Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat, 8 Mei 2026.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting terutama dalam pengembangan layanan karantina modern yang terintegrasi dan terpadu di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Barantin Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan Puspa Agro ini menjadi instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia.

Baca Juga:Barantin Gandeng KPK, Ribuan ASN Digembleng Antikorupsi: Langkah Serius Jalankan Misi PresidenKarantina Banten Bertindak Cepat, Gulma Berbahaya dari Australia Dimusnahkan

Kehadirannya, lanjut Abdul Kadir Karding, menjadikan layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan menjadi satu kesatuan, juga terintegrasi dengan instansi terkait lainnya.

Abdul Kadir Karding sendiri melakukan peresmian instalasi karantina terpadu tersebut bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Instalasi Karantina Terpadu Puspa Agro sendiri merupakan yang pertama kalinya di Indonesia, di mana layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan hadir dalam satu lokasi yang terpadu, modern, dan representatif.

Hal tersebut merupakan lompatan besar yang akan memangkas waktu, menyederhanakan birokrasi, dan menciptakan efisiensi yang selama ini diharapkan oleh para pelaku usaha.

Barantin Sebagai Economic Tools

Menurut Karding, model layanan terintegrasi tersebut diharapkan mampu memangkas hambatan logistik dan memperkuat daya saing komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan Indonesia, khususnya di Jawa Timur baik di pasar domestik maupun internasional.

Kolaborasi antara Barantin dan pemerintah daerah Jawa Timur dalam pengoperasian dan optimalisasi Instalai Karantina Terpadu Jawa Timur tersebut juga menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong kelancaran kegiatan perekonomian serta arus logistik baik impor, ekspor, maupun antar pulau.

Karding menjelaskan bahwa Barantin saat ini tidak hanya sekedar menjalankan fungsi pengawasan maupun pencegahan hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, namun Barantin juga mengemban misi sebagai economic tools untuk memfasilitasi perdagangan dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan serta kekarantinaan.

Baca Juga:Di Sumut: Bea Cukai dan Karantina Gagalkan Penyelundupan Ribuan Lembar Kulit Biawak Tujuan MalaysiaPrabowo Serukan ASEAN Percepat Diversifikasi Energi, Waspadai Ancaman Global

Kehadiran layanan karantina terpadu tersebut juga merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sumber daya alam hayati nasional agar dapat dimanfaatkan secara lestari sebagai modal penting bagi pembangunan nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan (food), pakan (feed) dan energi (fuel), serta meningkatkan taraf hidup, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.

0 Komentar