Jelang Idul Adha 1447 H, Kementan Perketat Pengawasan dan Dorong Pelaporan Data Hewan Kurban

Pengawasan
Kementan terus memperkuat pengawasan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 H. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Menyambut perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawasan pelaksanaan kurban di berbagai daerah.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat, aman, serta memenuhi standar kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menekankan pentingnya aspek kesehatan hewan, kesejahteraan, serta kebersihan dalam setiap tahapan kurban.

Baca Juga:Peternakan Jadi Kunci Kemandirian Pangan, Kementan Perkuat Hilirisasi dan Kesehatan HewanSapi Kurban Presiden Disiapkan, Peternak Lokal Panen Untung, Stok Nasional Tembus 859 Ribu Ekor

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menyebut pengawasan yang ketat menjadi langkah krusial dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses kurban harus melalui tahapan yang terstandar, mulai dari pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan (antemortem), pelaksanaan pemotongan sesuai ketentuan, hingga pemeriksaan daging setelah penyembelihan (postmortem).

Pengawasan ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pihak terkait.

Data dari sistem iSIKHNAS mencatat jumlah pemotongan hewan kurban pada 2025 mencapai lebih dari 2,26 juta ekor, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam berkurban, sekaligus meningkatkan kebutuhan akan pengawasan yang lebih intensif dan berbasis risiko.

Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, pelaporan data kurban dinilai semakin penting.

Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Ketua Kelompok Substansi Zoonosis, Syafrison Idris, menegaskan bahwa data yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan sektor peternakan ke depan.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat melaporkan data secara tepat melalui iSIKHNAS.

Selain pengawasan, pemerintah juga menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat.

Baca Juga:Jelang Idul Adha, Kementan Turun ke Bengkulu: Puluhan Sampel Diuji, Ternak Dipastikan Aman dari PMKKementan Dorong Investasi Susu di Jateng, Peluang Peternak Makin Luas

Dalam program bantuan kemasyarakatan (banmas), Kementan memastikan hewan yang disalurkan memenuhi kriteria ketat, seperti berasal dari peternak lokal, memiliki bobot minimal, serta telah lolos pemeriksaan kesehatan oleh dinas terkait.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan kurban berlangsung tertib, aman, dan memberikan manfaat luas.

Sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga kualitas pelaksanaan kurban, sekaligus menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. (*)

0 Komentar