Respons Kritik, Seskab Ungkap Skema Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo

Di paris
Seskab Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo Subianto Sholat Idul Adha di Wisma KBRI Paris. Foto: Setkab.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya dalam kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto tidak dibebankan kepada negara.

Ia menyebut, jika pengeluaran melampaui anggaran resmi, maka selisih tersebut akan ditanggung langsung oleh dana pribadi Presiden.

Penjelasan itu disampaikan Seskab Teddy melalui kanal resmi Sekretariat Kabinet pada Senin malam (1/6/2026).

Baca Juga:Pidato Hari Lahir Pancasila, Prabowo Tegas: Transformasi Ekonomi Harus Berlandaskan PancasilaPrabowo Pulang dari Paris Bawa Investasi Rp50 Triliun dan Kesepakatan Strategis

Ia menekankan bahwa mekanisme pembiayaan tersebut sudah dijelaskan sebelumnya dan menjadi bentuk komitmen efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.

Pernyataan ini juga merupakan respons atas sorotan dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait perjalanan luar negeri Presiden.

Menurut Teddy, selain soal pembiayaan, jumlah rombongan yang ikut dalam kunjungan Presiden saat ini juga jauh lebih ramping dibandingkan periode sebelumnya.

Ia mengungkapkan, jumlah delegasi yang mendampingi Presiden Prabowo kini telah dipangkas signifikan, bahkan lebih dari setengah jika dibandingkan dengan era sebelumnya.

Jika dulu rombongan bisa mencapai lebih dari 120 orang, kini hanya berkisar antara 50 hingga 60 orang saja.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya efisiensi sekaligus menjaga fokus kerja dalam setiap agenda kenegaraan di luar negeri.

Baru Pulang dari Prancis

Presiden Prabowo Subianto sendiri jadi sorotan setelah kunjungan ke Prancis. Prabowo bahkan sampai mengikuti Sholat Idul Adha di KBRI Paris.

Baca Juga:Prabowo Disambut Istimewa di Paris, Seskab Teddy: Ini Bukan Sekadar SeremoniMomen di Belajaraya Jakarta 2026, Seskab Teddy Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pendidikan

Presiden Prabowo dan rombongan kemudian mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu pagi (30/5/2026).

Kedatangan Presiden disambut langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.

Kepulangan ini menandai berakhirnya rangkaian kunjungan penting Presiden di Paris yang sarat dengan agenda strategis.

Ya, selama berada di Prancis, tepatnya di Paris, Presiden menjalankan sejumlah misi diplomasi yang membuahkan hasil konkret.

Dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor serta respons terhadap isu global.

Tak hanya itu, Indonesia juga mencatat capaian ekonomi signifikan melalui peluncuran forum France–Indonesia High Level Business Council.

0 Komentar