Bogor, Berita86.com– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mematuhi standar ketat terkait keamanan pangan, kualitas gizi, kebersihan, serta tata kelola operasional.
SPPG yang tidak memenuhi ketentuan akan mendapatkan pembinaan dan evaluasi. Namun, jika tidak ada perbaikan, operasionalnya dipastikan dihentikan.
Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah negara yang tidak boleh dijalankan secara sembarangan.
Baca Juga:Jadi Kepala BGN, Sudaryono Bongkar Dampak Besar MBG: Petani hingga Nelayan Bakal Panen UntungIni Catatan Penting DPR soal MBG, dari Target hingga Tata Kelola Disorot
Ia menilai, kualitas layanan dan keamanan pangan adalah hal mutlak demi melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program tersebut.
“Kita akan bina dan kita tegur. Tapi kalau tidak ada perubahan, ya harus kita tutup. Tidak boleh ada yang mengabaikan standar keamanan, mutu gizi, maupun operasional. Jangan sampai kesalahan kecil merusak semuanya,” tegas Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPPG di Bogor, Jumat, 24 Juli 2026.
Ia menambahkan, BGN akan menerapkan sistem tegas berbasis penghargaan dan sanksi.
SPPG dengan kinerja baik akan diberikan apresiasi, sementara yang melanggar aturan akan dikenai tindakan sesuai tingkat kesalahannya.
“Kalau ada yang tidak disiplin atau tidak menjalankan tugas dengan baik, kita harus berani menghentikan. Yang bagus kita beri penghargaan, yang tidak patuh tentu ada konsekuensinya,” ujarnya.
Inspeksi dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya guna mendapatkan kondisi riil di lapangan.
Selain sebagai bentuk pengawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana memberikan motivasi bagi petugas yang telah bekerja sesuai standar operasional.
Baca Juga:Pemerintah Beberkan Masalah pada Program MBG, Perbaikan Besar Segera DijalankanMBG Mulai Jalan Lagi, Dudung Turun Langsung Cek Sekolah di Purwakarta
Dari hasil pemantauan di beberapa lokasi seperti SPPG Pasir Kuda 03, Cipaku 02, dan Tegal Bundil 5, mayoritas telah menjalankan operasional sesuai ketentuan.
Meski demikian, tantangan berikutnya adalah menjaga variasi menu agar penerima manfaat tidak merasa jenuh.
“Yang sudah berjalan baik, tinggal ditingkatkan variasi menunya. Supaya anak-anak dan ibu-ibu tidak bosan,” jelasnya, dilansir dari rilis resmi BGN.
Sudaryono juga mengajak masyarakat dan media untuk ikut mengawasi jalannya program ini.
Ia membuka ruang bagi publik untuk memberikan masukan jika menemukan layanan yang belum sesuai standar, sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis atau MBG. (*)
