Jadi Kepala BGN, Sudaryono Bongkar Dampak Besar MBG: Petani hingga Nelayan Bakal Panen Untung

Kepala BGN
Wamentan Sudaryono dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BGN. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan dampak luas.

Dampak luas itu tidak hanya bagi peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga bagi kesejahteraan pelaku sektor pertanian.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/7/2026), Sudaryono menyebut program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini memiliki efek berantai yang kuat.

Baca Juga:Langkah Besar Prabowo: BGN Diperkuat, Universitas RI Disiapkan Lahirkan SDM EliteIni Catatan Penting DPR soal MBG, dari Target hingga Tata Kelola Disorot

Yakni, mulai dari memperkuat rantai pasok pangan hingga membuka pasar besar bagi petani, peternak, dan nelayan di seluruh Indonesia.

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menjelaskan bahwa keterlibatan Kementerian Pertanian dalam program MBG sudah terjalin sejak awal.

Hal ini karena sektor pertanian menjadi tulang punggung penyedia bahan pangan untuk mendukung keberlangsungan program tersebut.

Oleh sebab itu, pemerintah terus memastikan kesiapan produksi dalam negeri agar kebutuhan dapat terpenuhi secara optimal.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan komoditas, seperti telur dan ayam, yang menjadi bagian utama dalam menu MBG.

Menurutnya, semua pihak dapat melihat bagaimana program ini mulai memberikan pengaruh nyata terhadap pasar.

Sudaryono menilai kebutuhan pangan dalam skala besar melalui MBG justru menjadi peluang baru bagi sektor pertanian.

Baca Juga:Pemerintah Beberkan Masalah pada Program MBG, Perbaikan Besar Segera DijalankanWamentan Sudaryono Buka Suara soal Harga Ayam dan Telur, Ini Kebijakan Barunya

Ia mengibaratkan program ini sebagai pasar yang terus berkembang dan menyerap produksi dalam jumlah besar.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk mendorong investasi di sektor peternakan, khususnya di luar Pulau Jawa.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, ketika hasil produksi petani kerap tidak terserap maksimal.

Kini, dengan adanya MBG, permintaan pasar menjadi lebih stabil sehingga memberikan kepastian bagi para produsen pangan.

Terkait penunjukannya sebagai Kepala BGN, Sudaryono menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan amanah tersebut.

Ia menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas yang telah dirancang sejak lama dan membutuhkan dukungan lintas sektor agar dapat berjalan maksimal.

Menurutnya, setiap tantangan dalam pelaksanaan program akan terus dievaluasi dan diselesaikan.

0 Komentar