Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik dan keamanan agar pembangunan dapat berjalan optimal.
Menurutnya, Forkopimda yang solid akan lebih cepat mendeteksi potensi konflik serta mencegah praktik korupsi di daerah.
Di sisi lain, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa wilayah Jawa-Bali dihuni lebih dari separuh populasi Indonesia.
Baca Juga:Istana Bereaksi, Mensesneg Ungkap Nasib Wamen Imipas yang Kini Ditahan KPKPesan Tegas Menko Polkam di Kendari: Tanpa Kekompakan, Pembangunan Bisa Mandek!
Kondisi ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan dalam mengelola bonus demografi.
Ia menekankan pentingnya data akurat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, termasuk melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala daerah, pimpinan TNI-Polri, serta unsur Forkopimda dari seluruh wilayah Jawa-Bali. (*)
