Nuryani menambahkan bahwa Kementan akan terus mendampingi proses persiapan hingga implementasi program bersama PT Berdikari dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan HAT dapat berjalan sesuai target.
Dukungan penuh terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Mochamad Basuki Hadimuljono.
Menurutnya, pengembangan HAT merupakan bagian dari program nasional yang penting untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Kalimantan Timur.
Baca Juga:Progres IKN 93%, Pemerintah Fokus Bangun Sistem Digital TerintegrasiMasjid Negara IKN Digunakan untuk Ibadah pada Ramadan 2026: Pusat Aktivitas Keagamaan dan Sosial
“Saya kira ini program nasional untuk juga kebutuhan Kalimantan Timur. Jadi saya akan dukung betul ini, terutama juga untuk Kalimantan Timur supaya bisa menaikkan nutrisi masyarakat,” ujar Basuki.
Basuki menjelaskan bahwa OIKN telah menyiapkan sejumlah alternatif lahan berstatus Aset Dalam Pengelolaan (ADP) yang telah clear and clean sehingga dapat mendukung percepatan realisasi program.
“Kalau lahan di Otorita ini kami sudah siapkan yang ADP sehingga sudah clear and clean. Menurut saya kalau tentang lahan insya Allah tidak ada masalah, tinggal kita lihat kriterianya, termasuk air dan aksesibilitasnya,” katanya.
Menurut Basuki, OIKN juga siap mendukung kebutuhan infrastruktur dasar yang dibutuhkan dalam pengembangan kawasan peternakan, termasuk ketersediaan sumber air melalui jaringan embung yang telah dibangun di kawasan IKN.
“Kalau air mungkin butuh, akan saya bikinkan embung. Kami terus mengonservasi sumber daya air di kawasan IKN sehingga kebutuhan air untuk program-program produktif dapat didukung dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa OIKN akan memberikan dukungan penuh agar program dapat segera direalisasikan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan IKN, tetapi juga masyarakat Kalimantan Timur secara lebih luas.
“Kami dari Otorita pasti fully support untuk ini. Tidak hanya untuk Berdikari, tetapi karena ini adalah program nasional pemerintah, jadi harus saya dukung betul,” tegas Basuki.
Baca Juga:Aturan Menu MBG dari Prabowo: Ayam Maksimal 14 Potong, Telur Tak Boleh DadarHarga Ayam Hidup Anjlok di Bawah Rp15 Ribu, Kementan Turun Tangan Selamatkan Peternak Rakyat
Sementara itu, Direktur Operasional II PT Berdikari, I Putu Wastika, menilai Kalimantan Timur memiliki prospek yang sangat besar untuk pengembangan industri perunggasan terintegrasi, terutama karena kebutuhan telur masih terus meningkat dan belum sepenuhnya dipenuhi oleh produksi lokal.
“Tidak ada kata mundur bagi Berdikari untuk berekspansi di sini. Dengan pengembangan ekosistem Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Kalimantan Timur sangat potensial, terutama dari sisi kebutuhan telur yang masih besar,” ujar Putu.
