Atas arahan Menteri Pertahanan RI, Kemhan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan Program SPPI, khususnya melalui penguatan profiling kesehatan, pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan, peningkatan pengawasan medis di satuan pendidikan, serta penguatan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan rumah sakit TNI.
Ya, terkait kondisi kesehatan peserta, pihak penyelenggara memastikan bahwa pengawasan medis telah dilakukan secara ketat selama kegiatan berlangsung.
Tim medis di lokasi pelatihan disebut telah memberikan penanganan awal segera setelah para peserta menunjukkan gejala gangguan kesehatan.
Baca Juga:Pimpin Penertiban Tambang Ilegal di Babel, Menhan: Negara Tak Boleh Kalah!Pemerintah Tetapkan 25.258 Formasi CASN Kemhan, Simak Rinciannya
Selanjutnya, para peserta tersebut juga telah dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat guna memperoleh penanganan lanjutan secara intensif sesuai dengan prosedur darurat yang berlaku.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan gangguan kesehatan peserta.
Kemhan juga menegaskan bahwa Latihan Bela Negara dan Manajerial bukan merupakan pendidikan militer untuk membentuk prajurit, melainkan pembinaan karakter guna menanamkan nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, tanggung jawab, profesionalisme, semangat gotong royong, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.
Menutup konferensi pers, Kepala BPSDM Han Kemhan menegaskan bahwa sesuai arahan Menteri Pertahanan RI, Kemhan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait guna memastikan penyelenggaraan Program SPPI berjalan semakin adaptif, profesional, akuntabel, dan mengedepankan keselamatan peserta.
Melalui penyempurnaan sistem seleksi, pengawasan kesehatan, serta peningkatan kualitas pembinaan karakter, Program SPPI diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, disiplin, berjiwa kepemimpinan, dan siap mendukung pembangunan nasional serta memperkuat ketahanan nasional.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala Pusat Komponen Cadangan Badan Cadangan Nasional Kemhan Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, serta Tim Kesehatan Pusat Kesehatan TNI.
Adapun lima peserta yang dilaporkan meninggal dunia adalah:
1. Yonanda Muhammad Taufiq
2. Anisa Muyassaroh
3. Novia Rahmadhani Sihotang
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
5. Nola Dya Sari. (*)
