Jakarta, Berita86.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) semakin agresif membuka pasar ekspor baru, khususnya di subsektor peternakan. Filipina kini menjadi salah satu target utama dalam memperluas jangkauan produk unggulan nasional.
Langkah ini diperkuat lewat kunjungan delegasi Department of Agriculture (DA) Filipina ke Kantor Kementan, Jakarta, yang menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan dan kerja sama dagang kedua negara.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan bahwa Indonesia siap bersaing di pasar global dengan produk peternakan yang telah memenuhi standar internasional.
Baca Juga:Peternakan Sapi Perah Terbesar Dibangun di Brebes, Produksi Susu RI Ditarget Naik DrastisPerkuat Kerja Sama, Kementan Bersama Pemprov Jatim Bidik Swasembada Daging Tiga Tahun
Ia optimistis kunjungan ini akan membuka jalan lebih lebar bagi ekspor produk unggas, vaksin, hingga obat hewan ke Filipina.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sistem kesehatan hewan dan keamanan pangan yang kuat. Ini menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan dan memperluas kerja sama perdagangan,” ujar Makmun, dilansir dari rilis resmi Kementan pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Dari pihak Filipina, Chief Veterinary Officer Constante J. Palabrica juga menilai potensi kerja sama ini sangat besar.
Ia menekankan pentingnya standar biosekuriti dan kesehatan hewan sebagai fondasi utama dalam perdagangan produk peternakan antarnegara.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana sistem tersebut diterapkan di Indonesia. Ini penting untuk memperkuat hubungan dagang yang sudah terjalin lama,” ungkapnya.
Untuk mendukung ekspansi ini, Kementan terus memperkuat pengendalian penyakit hewan, termasuk Avian Influenza, melalui sistem pemantauan rutin dua kali setahun.
Selain itu, Indonesia juga menerapkan sistem kompartementalisasi yang diakui dunia internasional guna menjamin kualitas dan keamanan produk.
Baca Juga:Libatkan Kejaksaan, Kementan Kawal Pengadaan Bibit Sapi Perah UnggulJaga Harga Telur di Tingkat Peternak, Kementan Dorong Daerah dan MBG Perkuat Penyerapan
Tak hanya itu, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian serius. Melalui konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), Indonesia memastikan setiap produk peternakan diawasi secara ketat dari hulu hingga hilir lewat sistem “farm to fork”.
Penguatan ini didukung oleh sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), pengawasan ketat rantai produksi, hingga penerapan kesejahteraan hewan.
Di sisi lain, Badan Karantina Indonesia turut mempercepat layanan sertifikasi ekspor di pelabuhan dan bandara guna memperlancar distribusi produk ke luar negeri.
