Alor, Nusa Tenggara Timur, Berita86.com— Langkah tak biasa diambil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia memutuskan membatalkan agenda rapat penting di Jakarta dan langsung terbang ke Kabupaten Alor, NTT, Sabtu (8/8/2026), demi merespons kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian cepat.
Keputusan ini berawal dari pertemuan Amran dengan seorang mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat kuliah umum di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Kamis (6/8/2026).
Dalam forum tersebut, Adriano menyampaikan berbagai persoalan di daerahnya, mulai dari tingginya harga beras hingga perlunya dukungan pemerintah untuk sektor pertanian.
Baca Juga:Mentan Amran Bongkar Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Capai Rp71 TriliunGudang Beras Penuh, Pengamat Sebut Kinerja Kementan Transparan
Mendengar langsung aspirasi tersebut, Amran memilih tidak menunggu laporan formal. Ia memutuskan turun langsung ke lapangan untuk memastikan solusi segera dijalankan.
“Kami langsung bergerak. Agenda rapat pimpinan di Jakarta kami batalkan dan fokus ke Alor. Semua kebutuhan yang disampaikan akan kami tindak lanjuti,” ujar Amran.
Ia menilai suara mahasiswa seperti Adriano menjadi cerminan kondisi riil masyarakat. Aspirasi tersebut dinilai penting karena berasal dari pengalaman langsung di daerah.
“Ini bukan kepentingan pribadi, tapi suara rakyat. Saya bangga, karena generasi muda seperti ini peka terhadap kondisi daerahnya,” tegasnya.
Setibanya di Alor, Amran langsung melakukan peninjauan lapangan dan berdialog dengan pemerintah daerah serta warga.
Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama intervensi Kementerian Pertanian di wilayah tersebut.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah menjalankan strategi terpadu, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca Juga:Mentan Amran Dorong Pesantren Perkuat Ketahanan Pangan, Sediakan Bibit dan Olah Lahan GratisSentuhan Personal Mentan Amran Bikin Mahasiswa Papua Bergerak Bangun Ekonomi Daerah
Dalam jangka pendek, pemerintah memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras, tetap aman dengan harga terjangkau. Amran meminta agar harga beras di Alor tidak jauh berbeda dengan di Jakarta.
“Stok harus aman dan harga dijaga sekitar Rp13 ribu. Tidak boleh lagi ada masyarakat membeli beras dengan harga tinggi. Jika perlu, Bulog segera lakukan operasi pasar,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompa air guna meningkatkan produktivitas lahan.
