Jakarta, Berita86.com– Satu lagi persoalan kemacetan di Jakarta tengah dituntaskan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Langkah terbaru melalui pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memisahkan arus lalu lintas kendaraan dari perlintasan kereta api sehingga lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lebih lancar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan proyek ini merupakan salah satu proyek strategis prioritas Pemprov DKI untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di Jakarta Barat.
Baca Juga:Atasi Potensi Banjir Kemanggisan, Pramono: Proyek Tanggul dan Jalan Inspeksi Kali Grogol Sisa 600 Meter LagiKantor Kejari Jakut Diresmikan, Gubenur Pramono Ungkap Sukses Bereskan Proyek Mangkrak Puluhan Tahun
“Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena di sini, pagi, siang, maupun sore, kemacetannya sangat tinggi,” kata Pramono saat meninjau pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Flyover Latumenten, Kamis, 2 Juli 2026.
“Maka ketika diusulkan, saya menyampaikan bahwa ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan sekitarnya,” sambungnya.
Gubernur Pramono menilai progres pembangunan Flyover Latumenten berjalan sesuai rencana. Ia berharap proyek tersebut selesai tepat waktu sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
“Sekarang progresnya sudah mencapai 55,2 persen dengan anggaran pembangunan Rp259 miliar. Saya berharap proyek ini selesai tepat waktu, yakni pada 15 Desember 2026, sehingga lalu lintas di salah satu kawasan yang selama ini paling banyak dikeluhkan bisa menjadi lebih lancar,” tambahnya.
Selain flyover, di kawasan tersebut juga dibangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
JPO dirancang dengan mengedepankan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas sehingga dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.
Kehadiran JPO diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan pejalan kaki, tetapi juga memperkuat konektivitas antarsimpul transportasi dan kawasan sekitarnya.
Baca Juga:Pramono Canangkan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Perkuat Integrasi Enam Moda Transportasi di JakartaDari Singapura, Pramono Siapkan Lompatan Besar untuk Masa Depan Jakarta
Untuk mendukung pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD), dibangun pula halte Transjakarta yang terintegrasi dengan Stasiun Grogol.
Kehadiran halte tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat mengakses transportasi umum sekaligus mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum.
Flyover Latumenten yang mengarah ke Slipi memiliki panjang 435 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway.
