Batam, Berita86.com — Ancaman terhadap bangsa kini tak lagi datang dari medan perang konvensional, melainkan dari derasnya arus informasi di dunia digital.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengingatkan bahwa penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian bisa menjadi ancaman serius jika tidak segera diantisipasi.
Dalam pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat Kepulauan Riau di Batam, Jumat (3/7/2026), Djamari menegaskan bahwa ruang digital kini menjadi “medan perang baru” yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat.
Baca Juga:Menko Polkam Ungkap Arahan Presiden: Korupsi Disikat Tanpa Pandang BuluPesan Tegas Menko Polkam di Kendari: Tanpa Kekompakan, Pembangunan Bisa Mandek!
“Perang kita hari ini bukan lagi di medan fisik, tapi di ruang digital. Jika dibiarkan, ruang ini bisa dipenuhi informasi menyesatkan yang merusak persatuan,” tegasnya.
Ia menyoroti dampak besar yang bisa ditimbulkan terhadap generasi muda.
Menurutnya, tanpa kemampuan berpikir kritis, anak-anak muda berisiko menyerap narasi negatif yang berpotensi merusak masa depan bangsa.
“Kita tidak bisa menyerahkan masa depan bangsa kepada generasi yang mudah terpengaruh disinformasi, fitnah, dan kebencian,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen—pemerintah, aparat, hingga tokoh masyarakat—untuk aktif mengisi ruang digital dengan informasi yang akurat, positif, dan membangun.
Selain menyoroti isu digital, Djamari juga memberikan apresiasi atas pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang melampaui 7 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari stabilitas keamanan dan kepastian hukum yang berhasil dijaga.
“Kepercayaan investor muncul karena kondisi yang aman dan kondusif. Ini hasil kerja bersama semua pihak,” katanya, dilansir dari rilis resmi Kemenko Polkam.
Baca Juga:KUHAP Baru Mulai Berlaku, Kemenko Polkam Bongkar Hambatan Serius di KejaksaanKunjungi Kampung Nelayan Banyuasin, Menko Polkam: Negara Hadir Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat Pesisir
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi angka statistik semata.
Dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam menekan angka kemiskinan.
“Setinggi apa pun pertumbuhan ekonomi, tujuannya tetap untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Menko Polkam menekankan pentingnya menjaga soliditas seluruh unsur daerah agar iklim investasi tetap terjaga.
