Program Magang Nasional: Lulus Kuliah, Kerja 6 Bulan, Gaji Jalan Terus

Penjelasan
Seskab Teddy Indra Wijaya dan Menaker Yassierli saat menjelaskan soal program magang nasional atau PMN. Foto: Setkab.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com– Salah satu persoalan klasik yang terus dihadapi pemerintah adalah bagaimana memastikan lulusan perguruan tinggi, khususnya S1, bisa langsung mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Kini, solusi konkret mulai terlihat.

Sejak 2025, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Magang Nasional (PMN). Program ini dirancang sebagai jembatan bagi para fresh graduate agar tidak lagi “menganggur” setelah wisuda.

Dilansir dari catatan resmi Seskab Teddy Indra Wijaya yang dipublikasikan melalui laman resmi Setkab, disebutkan bahwa PMN memberikan kesempatan bagi lulusan S1 untuk langsung terjun ke dunia kerja melalui skema magang selama 6 bulan.

Baca Juga:Pesan Tegas Prabowo ke Polri: Jangan Pernah Menyusahkan RakyatSeskab Teddy dan Menaker Bahas Program Magang 100 Ribu Peserta, Siap Tambah Kuota dan Upah

Selama periode tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga penghasilan yang cukup kompetitif, yakni sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, menyesuaikan Upah Minimum di masing-masing daerah.

Tak hanya itu, peserta juga dibimbing langsung oleh mentor atau pekerja senior di perusahaan tempat mereka magang.

“Pendampingan ini menjadi nilai penting karena membantu meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja secara nyata,” ujar Seskab Teddy, dikutip pada Kamis, 2 Juli 2026.

Menariknya, pada 2026 program ini diperluas. Tidak hanya untuk lulusan S1, tetapi juga terbuka bagi lulusan profesi serta penyandang disabilitas, sehingga akses kesempatan kerja menjadi lebih inklusif.

Secara capaian, Program Magang Nasional menunjukkan tren positif. Pada 2025, sebanyak 100.000 peserta telah mengikuti program ini di lebih dari 8.800 perusahaan swasta dan BUMN. Tahun 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 150.000 peserta.

Hasilnya pun cukup menjanjikan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 30 persen peserta atau 30.000 orang langsung direkrut menjadi karyawan tetap setelah menyelesaikan program.

Sementara 30 persen lainnya masih dalam proses menunggu panggilan kerja dalam kurun waktu 2–3 bulan.

Baca Juga:Respons Kritik, Seskab Ungkap Skema Biaya Perjalanan Luar Negeri PrabowoSeskab Teddy Terima Gus Ipul, Ini Rencana Besar Sekolah Gratis untuk Ribuan Anak

Angka ini menunjukkan bahwa PMN bukan sekadar program magang biasa, melainkan jalur cepat menuju pekerjaan tetap.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap lulusan baru tidak lagi terjebak dalam masa tunggu panjang tanpa kepastian.

Program Magang Nasional hadir sebagai solusi nyata, dari kampus langsung ke dunia kerja, sekaligus membuka peluang penghasilan sejak awal karier. (*)

0 Komentar