Sentuhan Personal Mentan Amran Bikin Mahasiswa Papua Bergerak Bangun Ekonomi Daerah

Dialog
Mentan Amran Sulaiman bersama generasi muda Papua di kediaman pribadinya di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com— Pernyataan hangat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung mencuri perhatian saat bertemu ratusan mahasiswa Papua.

Dengan gaya penuh kekeluargaan, ia menegaskan kedekatan emosionalnya sekaligus mengajak generasi muda menjadi motor penggerak ekonomi di Tanah Papua.

“Saya kaka menteri, orang Papua juga. Kita bangun Papua bersama,” ujar Mentan Amran, disambut antusias mahasiswa yang hadir.

Baca Juga:Tak Ada Lagi Alasan! Mentan Amran: Perkuat Ekosistem BUMN Pangan untuk HilirisasiDolar Menguat Tak Goyahkan Desa! Mentan Amran Ungkap Pertanian Jadi Tameng Ekonomi RI

Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadinya di Jakarta, Kamis (2/7/2026), menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan generasi muda Papua.

Sebanyak 150 mahasiswa dari berbagai wilayah—Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat Daya, hingga Papua Induk—menyampaikan langsung potensi unggulan daerah mereka.

Mulai dari ubi jalar, sagu, kopi, kakao, kelapa, hingga komoditas peternakan dan perikanan, semuanya menjadi bahan diskusi serius.

Para mahasiswa berharap potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Mentan Amran menegaskan, pembangunan pertanian di Papua tidak bisa disamaratakan. Setiap program harus berangkat dari kebutuhan masyarakat lokal.

“Kalau yang dibutuhkan ubi, kita kembangkan ubi. Kita bangun berdasarkan potensi yang memang hidup di masyarakat,” tegasnya.

Salah satu aspirasi datang dari mahasiswa Papua Tengah yang menyoroti pentingnya pengembangan ubi sebagai makanan pokok di wilayah pegunungan.

Baca Juga:Terima Laporan Mahasiswa, Mentan Amran Seketika Telepon dan Tindak Lanjuti Dugaan PelanggaranMentan Amran Sabet Most Popular Leader 2026, Strategi Jaga Pangan di Tengah Krisis Global Jadi Sorotan

Menanggapi hal itu, Amran langsung mengambil langkah konkret dengan menyiapkan bantuan alat pertanian untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.

Menurutnya, ketersediaan alat akan mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat desa.

“Kalau alat sudah ada, masyarakat bisa langsung bekerja. Kita bangun ekonomi dari desa,” katanya.

Tak hanya itu, Kementerian Pertanian sebelumnya juga telah memetakan potensi unggulan di seluruh wilayah Papua bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Sejumlah komoditas seperti pala, sagu, kakao, kopi, hingga jagung masuk dalam prioritas pengembangan.

Amran menegaskan, seluruh program tersebut harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Papua.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan pesan tegas kepada mahasiswa agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal setelah lulus.

“Anda punya lahan, jangan dibiarkan tidur. Mulai tanam dari sekarang. Saat lulus, hasilnya sudah bisa dinikmati,” ujarnya.

0 Komentar