Jakarta, Berita86.com — Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 50.000 paket bantuan sembako telah diberangkatkan untuk meringankan kebutuhan warga yang tengah menghadapi situasi darurat.
Prabowo menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberangkatkan pada 15 Agustus 2026, sehari setelah gempa kuat mengguncang wilayah NTT dan menyebabkan sejumlah daerah terdampak.
Baca Juga:Gempa NTT: 5.000 Lebih Warga Mengungsi, 47 Orang Meninggal DuniaGempa Terjang NTT, Pemerintah Pusat Siapkan Langkah Penanganan Darurat
“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang sedang berduka akibat gempa bumi,” ujar Prabowo, dilansir dari rilis resmi pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Menurut Presiden, bantuan pangan menjadi salah satu langkah awal pemerintah untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Selain mengirimkan bantuan logistik, Prabowo juga meminta jajaran pemerintah terkait untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan maksimal.
Sejumlah kementerian dan lembaga yang diminta terlibat antara lain Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, BNPB, dan Basarnas.
Pemerintah juga melibatkan sejumlah BUMN dan perusahaan layanan strategis, termasuk Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom, untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
“Saya juga telah meminta jajaran terkait untuk hadir langsung di lapangan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan bencana gempa NTT.
Baca Juga:NTT Diguncang Gempa, TNI Turunkan Personel hingga Hercules untuk Bantu WargaDi Sidang Tahunan MPR, Prabowo Ungkap 121 Kebijakan yang Disebut Mulai Bawa Perubahan
“Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini. Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan,” tegasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan dampak gempa sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan layanan dasar selama masa darurat. (*)
