JAKARTA, Berita86.com– Ribuan personel gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar operasi besar-besaran di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika, senjata berbahaya, hingga dokumen yang diduga berkaitan dengan transaksi peredaran gelap narkoba.
Operasi ini melibatkan personel BNN Pusat, BNN Provinsi DKI Jakarta, Bareskrim Polri, serta Polda Metro Jaya.
Baca Juga:Kerja Sama Polri-BNN dan Tiongkok Bongkar Laboratorium Narkoba di Aceh, 1,2 Ton Sabu DisitaBNN Usulkan Pelarangan Total Vape lewat Perpes, Temuan Zat Berbahaya Jadi Sorotan
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan aktivitas peredaran narkotika sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan pengedar yang beroperasi di kawasan Kampung Bahari.
Penggerebekan kali ini berlangsung relatif kondusif. Berbeda dengan operasi sebelumnya yang sempat diwarnai perlawanan dari pihak tertentu, penyisiran pada Minggu ini dapat dilakukan tanpa hambatan berarti yang membahayakan petugas.
Strategi penyergapan dilakukan melalui dua jalur. Tim pertama memasuki kawasan sasaran menggunakan delapan gerbong kereta api yang berhenti tepat di area rawan peredaran narkoba di sepanjang rel Kampung Bahari.
Sementara itu, tim kedua bergerak melalui jalur darat dengan menutup akses masuk kawasan dari arah Jalan R.E. Martadinata, Tanjung Priok.
Strategi tersebut dilakukan untuk membatasi pergerakan pihak-pihak yang berada di lokasi sekaligus mendukung kelancaran penyisiran.
Dalam operasi tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.
Barang bukti itu antara lain ganja, ekstasi siap edar, puluhan alat isap sabu atau bong, serta alat pencetak pil ekstasi.
Baca Juga:Kolaborasi BNN–Komdigi Makin Kuat, Perang Lawan Narkoba di Ruang DigitalDi Depan DPR, Kepala BNN Ingatkan Dampak Besar Jika Aturan Ini Diubah
Temuan lainnya juga cukup beragam. Petugas mengamankan puluhan senjata berbahaya, mulai dari samurai, celurit, panah, tombak, hingga senjata api.
Selain itu, sejumlah perangkat elektronik dan dokumen turut disita, di antaranya telepon genggam, laptop, buku catatan transaksi narkotika, serta beberapa buku rekening bank yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan pengedar.
Dari hasil operasi tersebut, sebanyak 26 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika turut diamankan.
Seluruh orang yang diamankan kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat masih mendalami keterlibatan masing-masing serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aktivitas peredaran narkoba di Kampung Bahari.
