JAKARTA, Berita86.com – Kerja sama pemberantasan narkotika antara Indonesia dan Tiongkok membuahkan hasil besar.
Kolaborasi lintas negara yang melibatkan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta otoritas Tiongkok berhasil mengungkap laboratorium gelap narkotika di Aceh dengan barang bukti sabu mencapai 1,2 ton.
Pengungkapan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama delegasi National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok yang dipimpin Lan Weihong, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga:BNN Usulkan Pelarangan Total Vape lewat Perpes, Temuan Zat Berbahaya Jadi SorotanKolaborasi BNN–Komdigi Makin Kuat, Perang Lawan Narkoba di Ruang Digital
Lan Weihong diketahui menjabat Deputy Secretary General NNCC sekaligus Deputy Director General Narcotics Control Bureau Ministry of Public Security Tiongkok.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi kedua negara dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika internasional yang melibatkan jaringan lintas batas.
Tujuh Orang Ditangkap di Tiongkok
Pengembangan kasus laboratorium narkotika di Aceh tidak hanya dilakukan oleh aparat Indonesia.
Otoritas Tiongkok turut bergerak dengan menangkap tujuh orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.
Penangkapan ini memperlihatkan pentingnya pertukaran informasi intelijen dan koordinasi penegakan hukum antarnegara dalam membongkar jaringan narkotika hingga ke luar wilayah Indonesia.
Kapolri menegaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan upaya pemberantasan narkotika sekaligus mendukung langkah pemerintah Tiongkok dalam mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Kami, Pemerintah Indonesia, menyampaikan bahwa kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Dan kami juga akan senantiasa mendukung pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya,” tuturnya, dilansir dari rilis resmi BNN RI.
Baca Juga:BNN Gandeng Rusia, Strategi Baru Lawan Narkotika Internasional Mulai DiterapkanBNN Ungkap Clandestine Laboratory di Bali, Amankan Dua Orang WNA Rusia
Saat ini, penyidik Indonesia masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berperan dalam mendukung operasional dan pendanaan jaringan narkotika.
Kasus Kapal Tanker di Medan Ikut Dikembangkan
Selain pengungkapan laboratorium narkotika di Aceh, aparat penegak hukum juga mengembangkan penyidikan kasus lain di Medan yang melibatkan sebuah kapal tanker.
Dalam penanganan perkara tersebut, seorang warga negara Malaysia telah diamankan. Ia diduga merupakan pemilik kapal yang kini menjadi bagian dari pengembangan penyidikan.
Penelusuran terhadap kasus ini menjadi bagian dari upaya aparat untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas dalam aktivitas peredaran narkotika lintas negara.
