Ke depan, Pemerintah memastikan stabilitas dan keberlanjutan operasional pasar modal tetap terjaga.
Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjamin seluruh kegiatan bursa tetap berjalan normal selama masa transisi kepemimpinan, tanpa kekosongan pengawasan.
Seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan pengawasan dipastikan berjalan tanpa gangguan sesuai prinsip Good Corporate Governance dan praktik terbaik internasional.
Baca Juga:Seskab Teddy Terima Sejumlah Pejabat, Bahas Percepatan Program Presiden Prabowo SubiantoPresiden Prabowo Lantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional, Ini Daftar Lengkapnya
“Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, saya kutip, ‘Kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia’,” kata Airlangga, dilansir dari rilis resmi Kemenko Perekonomian.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria.
Hadir juga Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, perwakilan Direksi BEI Jeffrey Hendrik, serta Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Samsul Hidayat. (*)
