BANDAR LAMPUNG, Berita86.com- Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung Brigjen Pol Drs Sumarto MSi memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Mapolda Lampung di Bandar Lampung, Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasi kepolisian yang bertujuan meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah Provinsi Lampung.
Apel Gelar Pasukan dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung operasi.
Baca Juga:Polisi Telusuri Riwayat Gangguan Jiwa Pelaku Pembunuhan Ayah di Bandar LampungHUT Ke-80 PGRI dan HGN 2025, Sekda Lampung Selatan: Guru adalah Fondasi Bangsa dan Pilar Masa Depan Pendidikan
Dengan kesiapan yang matang, diharapkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 dapat berjalan secara optimal, terarah, serta tepat sasaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam amanatnya, Wakapolda Lampung menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan terkait.
Sinergi antara Polri, instansi pemerintah, serta elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Operasi Keselamatan Krakatau 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini melibatkan sebanyak 667 personel Polri yang didukung oleh berbagai stakeholder terkait.
Kegiatan ini difokuskan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, menurunkan jumlah kecelakaan, serta meminimalisir fatalitas korban, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Lebih lanjut, Wakapolda menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Krakatau 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang dilaksanakan secara humanis.
Baca Juga:Turun ke Bandar Lampung, Mensos Ingin Pastikan Sekolah Rakyat untuk Anak Keluarga MiskinPerencanaan yang Matang Kunci Sukses Lampung Tingkatkan Indeks SPBE
Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, sosialisasi, serta imbauan kepada masyarakat agar lebih disiplin dan patuh terhadap aturan berlalu lintas.
Sementara itu, penegakan hukum tetap dilaksanakan secara selektif dengan memanfaatkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta pemberian teguran kepada pelanggar.
Dalam arahannya, Wakapolda Lampung juga menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa mengedepankan profesionalisme, menjunjung tinggi keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya, serta melaksanakan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan operasi berjalan efektif dan berintegritas.
