Jakarta, Berita86.com– Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor peternakan, khususnya melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi.
Langkah ini dinilai mampu membuka peluang usaha luas sekaligus meningkatkan nilai tambah industri peternakan nasional.
Hilirisasi ayam tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga mencakup pengolahan produk, distribusi, hingga inovasi berbasis teknologi.
Baca Juga:MoU BUMN–Swasta Tak Boleh Mandek, Kementan Gaspol Hilirisasi Ayam di Sulsel: Peternak Dijamin UntungSinergi Kementan dan Kemenkop Perkuat Ekonomi Desa, Program Ayam Merah Putih Terintegrasi Koperasi
Keterlibatan anak muda sebagai agropreneur diyakini dapat mempercepat transformasi sektor peternakan menjadi lebih modern dan kompetitif.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Makmun, menjelaskan bahwa konsep hilirisasi terintegrasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kesejahteraan pelaku usaha.
Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk terlibat di berbagai lini, mulai dari budidaya hingga pengembangan produk olahan siap masak dan siap konsumsi, serta menciptakan inovasi industri kreatif berbasis teknologi.
“Anak muda bisa masuk ke seluruh rantai usaha, dari hulu sampai hilir. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ujarnya dalam forum diskusi yang digelar bersama Pemuda Tani Indonesia di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya dukungan pemerintah, baik dalam bentuk penguatan kelembagaan usaha seperti koperasi dan UMKM, maupun akses pasar yang melibatkan BUMN agar produk peternak terserap secara optimal.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan akses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Alsintan (KUA) dengan bunga rendah guna memudahkan generasi muda memulai usaha di sektor ini.
Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo Jr., menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga:Prabowo Gas Pol Hilirisasi! 13 Proyek Raksasa Rp116 Triliun Dimulai, Ini Dampaknya untuk Ekonomi RITahap Pertama Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Kaltim Ikut Ambil Bagian
Ia menilai peran generasi muda sangat strategis dalam mendorong pertanian berbasis industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Antusiasme anak muda terhadap sektor ini terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam forum diskusi yang diikuti berbagai daerah, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Sumatera dan Kalimantan.
