JAKARTA, Berita86.com- Persija Jakarta telah memetakan kekuatan lawan yang akan dihadapi pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026, yakni Persib Bandung.
Laga panas tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Tim tamu datang dengan modal konsistensi, terutama di sektor pertahanan. Hingga pekan ke-31, Persib tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit, yakni hanya 20 gol. Catatan itu menegaskan kokohnya lini belakang mereka sepanjang musim ini.
Baca Juga:Persib Siap Gempur Persija di Samarinda, Rekor Tak Terkalahkan Jadi SenjataPersija Bukan Klub APBD FC! Manajemen Akhirnya Buka Suara, Ini Fakta Sebenarnya
Pelatih Persija Mauricio Souza menilai kekuatan utama Persib terletak pada organisasi bertahan yang disiplin.
Menurutnya, lawan cenderung lebih fokus menjaga pertahanan dibandingkan melakukan tekanan menyerang.
“Mereka sangat kuat dalam bertahan. Kami harus mencari cara untuk menembus pertahanan mereka,” ujar Mauricio.
Meski demikian, Persija memiliki bekal yang tak kalah meyakinkan. Dengan koleksi 58 gol, Macan Kemayoran menjadi salah satu tim paling produktif di kompetisi.
Performa lini serang juga tengah meningkat, dengan torehan 11 gol dalam lima pertandingan terakhir dan hanya satu kali kebobolan.
Mauricio berharap timnya mampu tampil efektif, termasuk memanfaatkan peluang untuk unggul lebih dulu.
“Selalu penting bisa mencetak gol lebih awal. Tapi yang utama, kami harus terus berjuang sepanjang pertandingan demi meraih kemenangan,” katanya, dilansir dari laman resmi klub.
Hormati Keputusan Pemindahan Laga di Samarinda
Baca Juga:Pesan Umuh Muchtar untuk Persib Bikin Tegang: Semua Laga Adalah FinalRizky Ridho Perpanjang Kontrak dengan Persija hingga 2028, Ingin Tuntaskan Target yang Belum Tercapai
Di sisi lain, Persija memastikan menghormati keputusan operator kompetisi, I.League, terkait pemindahan lokasi pertandingan ke Samarinda.
Keputusan tersebut tertuang dalam Circular No. 55 yang diterbitkan pada 6 Mei 2026, yang menyebutkan perubahan venue dari Jakarta International Stadium ke Stadion Segiri Samarinda.
Presiden Persija Mohamad Prapanca menegaskan bahwa pihaknya memahami langkah tersebut diambil demi menjaga keamanan dan kelancaran pertandingan.
Persija pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk operator liga, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Klub juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas upaya yang telah dilakukan agar laga tetap digelar di ibu kota, serta kepada pihak kepolisian atas dukungan dalam aspek pengamanan.
