Karena itu, sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.
Yang paling berat, konsekuensi besar ini pada akhirnya tidak ditanggung oleh pelaku secara pribadi, tetapi harus dipikul oleh klub serta jutaan Bobotoh lain yang selama ini menjaga PERSIB dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan.
Situasi ini juga menjadi kerugian bagi sepak bola Indonesia, Jawa Barat, dan Kota Bandung. PERSIB saat ini merupakan satu-satunya klub perwakilan Indonesia yang berkompetisi di AFC Champions League Two 2025/2026.
Baca Juga:Statistik Unggul, Hasil Nol! Persija Dipukul Comeback Persib di SamarindaComeback Gila! Persib Hajar Persija 2-1, Dua Gol Adam Alis Bikin Gelar Makin Dekat
Karena itu, setiap perjalanan dan pencapaian PERSIB di level Asia seharusnya menjadi kebanggaan bersama yang dijaga secara kolektif, bukan justru dirugikan oleh tindakan yang menghambat langkah dan cita-cita besar yang sedang diperjuangkan bersama.
PERSIB ingin menegaskan bahwa kompetisi internasional memiliki standar regulasi, keamanan, dan disiplin yang sangat ketat. Setiap tindakan yang terjadi di dalam maupun di luar pertandingan dapat membawa konsekuensi serius terhadap klub.
Satu tindakan emosional dalam beberapa menit dapat memberikan dampak panjang terhadap masa depan klub, pemain, dan jutaan Bobotoh lainnya.
PERSIB tidak ingin kerja keras, pengorbanan, dan mimpi besar yang sedang dibangun bersama kembali terganggu akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk benar-benar memahami bahwa menjaga PERSIB bukan hanya soal hadir dan mendukung di stadion, tetapi juga tentang menjaga kehormatan, reputasi, dan masa depan klub ini di level internasional.
Di sisi internal, PERSIB juga akan melakukan introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan, termasuk sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, manajemen risiko pertandingan, hingga langkah-langkah preventif lainnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
PERSIB memahami bahwa evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk terhadap aspek-aspek yang berada dalam tanggung jawab klub.
Baca Juga:Pesan Umuh Muchtar untuk Persib Bikin Tegang: Semua Laga Adalah FinalSaddil Ramdani Minta Maaf ke Bobotoh dan Tim Persib, Akui Emosinya Tak Terkontrol saat Lawan Persis Solo
Kami meyakini bahwa menjaga sepak bola yang aman dan bermartabat harus dimulai dari evaluasi terhadap diri sendiri, sekaligus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak.
