Persib Didenda Rp3,5 Miliar oleh AFC, Stadion tanpa Penonton, Berikut Sikap Resmi Manajemen

Denda
Manajemen Persib mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi atau denda dari AFC. Foto: Persib.
0 Komentar

Klub menegaskan bahwa pembenahan harus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga profesionalisme dan keamanan sepak bola.

Persib percaya bahwa cinta Bobotoh adalah kekuatan utama klub. Namun, dukungan tersebut harus diwujudkan dengan sikap yang bertanggung jawab.

Sebab, sebesar apa pun dukungan, akan kehilangan makna jika justru merugikan klub yang dicintai.

Baca Juga:Statistik Unggul, Hasil Nol! Persija Dipukul Comeback Persib di SamarindaComeback Gila! Persib Hajar Persija 2-1, Dua Gol Adam Alis Bikin Gelar Makin Dekat

Persib menutup pernyataan dengan mengajak seluruh pihak menjaga kehormatan klub yang menjadi kebanggaan Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia.

Berikut adalah Pernyataan Resmi Manajemen Persib:

PERSIB Menghormati Keputusan AFC

PT PERSIB Bandung Bermartabat menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sanksi dan denda yang dijatuhkan oleh AFC menyusul insiden yang terjadi setelah pertandingan antara PERSIB melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 dalam ajang AFC Champions League Two 2025/2026.

Berdasarkan keputusan AFC Disciplinary and Ethics Committee tertanggal 13 Mei 2026, PERSIB menerima sanksi berupa denda sebesar USD200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar serta hukuman penutupan stadion untuk pertandingan kandang di kompetisi AFC.

Sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level sepak bola Asia, PERSIB menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepak bola internasional.

Namun di sisi lain, PERSIB sangat menyayangkan bahwa akibat tindakan yang seharusnya dapat dihindari, klub kini harus menanggung kerugian yang sangat besar, baik secara finansial, reputasi, maupun terhadap perjuangan yang sedang dibangun untuk terus bersaing dan berkembang di level internasional.

Nilai denda yang mencapai sekitar Rp3,5 miliar, ditambah potensi kehilangan pendapatan pertandingan akibat hukuman tanpa penonton, merupakan kerugian yang sangat besar bagi klub.

Nilai tersebut bukan angka kecil. Dana sebesar itu sejatinya dapat dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, peningkatan kualitas operasional, hingga memperkuat daya saing tim agar PERSIB dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh di level Asia.

Baca Juga:Pesan Umuh Muchtar untuk Persib Bikin Tegang: Semua Laga Adalah FinalSaddil Ramdani Minta Maaf ke Bobotoh dan Tim Persib, Akui Emosinya Tak Terkontrol saat Lawan Persis Solo

Yang paling kami sesalkan, kerugian ini tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh Bobotoh secara luas. Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, dukungan Bobotoh yang semakin dewasa, tertib, cerdas, dan bertanggung jawab telah menjadi fondasi penting dalam membangun citra positif PERSIB sebagai klub profesional dengan basis suporter yang luar biasa.

0 Komentar