Cirebon, Berita86.com- Pelestarian cagar budaya di Cirebon dinilai masih menghadapi tantangan serius, terutama dari sisi pendanaan.
Tanpa dukungan anggaran yang memadai, warisan sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah berisiko tidak terawat secara optimal.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Panja Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X, Kurniasih Mufidayati, ke Keraton Kasepuhan Cirebon—salah satu situs bersejarah dengan nilai budaya tinggi.
Baca Juga:Menag Nasaruddin Umar Kunjungi Pesantren Buntet Cirebon, Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem PesantrenBP TASKIN Dorong Industrialisasi Pertanian Digital untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Cirebon Raya
“Kami melihat langsung bahwa Keraton Kasepuhan memiliki nilai luar biasa sebagai warisan leluhur,” ujarnya usai kunjungan di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 21 Mei 2026.
“Namun, tantangan terbesarnya saat ini adalah keterbatasan anggaran, baik untuk renovasi, revitalisasi, maupun promosi kawasan budaya,” lanjut Kurniasih Mufidayati, dilansir dari rilis resmi DPR RI.
Ia menegaskan, pelestarian cagar budaya tidak bisa hanya mengandalkan dana dari APBN dan APBD.
Kebutuhan pembiayaan yang besar, ditambah luasnya cakupan pelestarian di berbagai daerah, menuntut adanya pendekatan yang lebih kolaboratif.
Untuk itu, Kurniasih mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, komunitas budaya, hingga masyarakat.
Salah satu solusi yang dinilai potensial adalah pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna mendukung keberlanjutan kawasan heritage.
Selain pendanaan, ia juga menyoroti pentingnya penguatan peran Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
Baca Juga:Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam untuk Rakyat, Siapkan Aturan Baru Ekspor SDA di RAPBN 2027Cerita Rakyat hingga Makanan, Ini Warisan Budaya Tak Benda dari Jawa Barat
Dukungan berupa peningkatan anggaran, pelatihan, dan pengembangan kompetensi dinilai krusial agar pengelolaan aset budaya semakin profesional dan mampu bersaing di tingkat global.
Dengan sinergi yang kuat dan strategi yang tepat, pelestarian cagar budaya diharapkan tidak hanya menjaga sejarah, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi dan identitas bangsa di masa depan. (*)
