Kementan Ungkap Strategi Rahasia di Forum Dunia: Kesehatan Hewan Jadi Kunci Kuatnya Ketahanan Pangan RI

Penjelasan
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa. Foto: Kementan.
0 Komentar

Paris, Berita86.com– Pemerintah Indonesia terus memperkuat sistem kesehatan hewan sebagai langkah strategis menghadapi ancaman wabah global yang semakin kompleks.

Upaya ini tidak hanya bertujuan melindungi sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Di tengah meningkatnya arus perdagangan internasional dan lonjakan kebutuhan pangan dunia, kemampuan suatu negara dalam mendeteksi dan mengendalikan penyakit hewan secara cepat menjadi indikator penting kekuatan sektor pertaniannya.

Baca Juga:Kementan Kawal Proyek Farm Ayam Raksasa di Malang, Targetkan Industri Unggas Lebih KuatResmi Jadi PNS, 1.950 Aparatur Kementan Siap Perkuat SDM Peternakan dan Ketahanan Pangan

Indonesia dinilai telah menunjukkan kemajuan signifikan melalui penguatan sistem pemantauan (surveilans) serta respons berbasis teknologi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam forum internasional Sidang Umum ke-93 Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) di Paris, Prancis.

Dalam kesempatan itu, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, memaparkan pendekatan Indonesia dalam mengendalikan penyakit hewan dengan fokus pada pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat.

Ia menegaskan bahwa investasi di bidang kesehatan hewan tidak semata-mata soal keuntungan ekonomi.

Lebih dari itu, hal ini menyangkut kemampuan negara dalam melindungi masyarakat, menjaga keberlanjutan produksi pangan, serta mempertahankan stabilitas perdagangan.

Menurutnya, dampak wabah penyakit hewan bisa sangat besar, mulai dari turunnya produktivitas ternak hingga kerugian ekonomi yang signifikan.

Indonesia sendiri pernah mengalami hal tersebut saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022–2023 yang menyebabkan kerugian hingga miliaran dolar AS.

Baca Juga:Lampung Disiapkan Jadi Kunci Pangan Nasional, Kementan Ungkap Potensi BesarnyaKementan Dorong Investasi Susu di Jateng, Peluang Peternak Makin Luas

Namun, pengalaman itu menjadi titik balik untuk mempercepat reformasi sistem kesehatan hewan nasional.

Pemerintah kemudian memperkuat pengawasan, memperluas vaksinasi, meningkatkan kapasitas laboratorium veteriner, serta mengembangkan sistem data terintegrasi secara nasional.

Salah satu inovasi yang diandalkan adalah iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional), platform digital yang menghubungkan peternak, tenaga lapangan, laboratorium, dokter hewan, hingga pemerintah daerah dalam satu jaringan data terpadu.

Melalui sistem ini, pemerintah dapat memantau penyebaran penyakit secara real-time, mengidentifikasi wilayah terdampak, serta menentukan langkah penanganan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

Pendekatan tersebut telah diterapkan dalam pengendalian berbagai penyakit seperti PMK, rabies, dan flu burung.

0 Komentar