Ekspor Perdana 47 Ribu Ton Urea ke Australia Resmi Dilepas, Target Tembus Rp7 Triliun

Ekspor
Sebanyak 47.250 ton pupuk urea diberangkatkan dari Dermaga Bontang oleh Mentan Amran Sulaiman. Foto: Ditjen Bea Cukai.
0 Komentar

Bontang, Berita86.com– Pemerintah Indonesia resmi memulai langkah besar di sektor industri pupuk dengan melepas ekspor perdana urea ke Australia.

Pengiriman ini menjadi tonggak penting dalam memperluas pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain strategis di sektor pertanian global.

Dilansir dari laman resmi Ditjen Bea Cukai pada Jumat, 22 Mei 2026, sebanyak 47.250 ton pupuk urea diberangkatkan dari Dermaga Bontang, Kalimantan Timur, melalui kerja sama antar pemerintah (Government-to-Government/G2G).

Baca Juga:Teknologi Ini Ubah Sampah Pasar Jadi Pupuk Hanya 2 Jam, Gubernur Pramono: 80 Kali Lebih CepatDolar Menguat Tak Goyahkan Desa! Mentan Amran Ungkap Pertanian Jadi Tameng Ekonomi RI

Ekspor ini melibatkan PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai produsen utama yang berperan dalam memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa ekspor ini bukan sekadar pengiriman komoditas, melainkan bagian dari transformasi besar industri pupuk nasional.

Ia mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Australia ditargetkan mencapai 250 ribu ton dan berpotensi meningkat hingga 500 ribu ton, dengan nilai ekonomi diperkirakan menyentuh Rp7 triliun.

Kerja sama bilateral ini juga mempertegas peran Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di kawasan Asia-Pasifik.

Selain membuka akses pasar baru, ekspor ini memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia yang selama ini terus berkembang.

Di sisi lain, dukungan penuh diberikan oleh Bea Cukai dalam memastikan kelancaran proses ekspor.

Mulai dari pelayanan hingga pengawasan kepabeanan dilakukan secara optimal agar pengiriman berjalan tepat waktu dan sesuai regulasi.

Baca Juga:Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam untuk Rakyat, Siapkan Aturan Baru Ekspor SDA di RAPBN 2027Mentan Amran Tantang IPB: Jangan Jual Mitos, Jual Ide! Riset Harus Jadi Bisnis Nyata

Peran ini menjadi bagian penting dalam mendorong daya saing industri nasional di pasar global.

Keberhasilan ekspor perdana ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional.

Selain berpotensi meningkatkan devisa negara, aktivitas ekspor dalam skala besar juga mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa produk industri dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok global. (*)

0 Komentar