Ekonomi Melaju Pesat, AHY Tekankan Infrastruktur Jadi Kunci Pemerataan di Maluku Utara

Diskusi
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda beserta jajaran. Foto: Kemenko Infrastruktur.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com– Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda beserta jajaran pada Jumat pagi (22/2026).

Pertemuan tersebut menyoroti capaian positif sekaligus tantangan strategis pembangunan di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, AHY memberikan apresiasi atas prestasi Maluku Utara yang berhasil meraih sejumlah penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri, termasuk keberhasilan menekan angka stunting.

Baca Juga:Prabowo Kumpulkan Tokoh Ekonomi di Istana, Bahas Stabilitas Rupiah hingga Devisa EksporKunjungi PT PAL, AHY Soroti Lompatan Industri Maritim RI: Produksi Kapal Kini 4 Kali Lebih Cepat

Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa pembangunan sosial berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

AHY menjelaskan bahwa Maluku Utara saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang impresif, didorong oleh hilirisasi industri nikel skala global.

Aktivitas industri seperti pengembangan kawasan pengolahan di Weda dan Buli, termasuk proyek baterai, serta rencana pembangunan bandara internasional, menjadi motor utama pertumbuhan daerah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang merata.

Masih terdapat sejumlah tantangan mendasar, terutama dalam konektivitas dan akses antarwilayah yang berdampak pada sektor lain seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.

“Pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat. Infrastruktur menjadi kunci agar potensi daerah bisa terhubung dan berkembang optimal,” ujar AHY.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, lanjutnya, telah memaparkan berbagai program strategis untuk memperkuat konektivitas, termasuk integrasi kawasan lumbung pangan di Halmahera dengan pusat industri.

Baca Juga:Ekspor Perdana 47 Ribu Ton Urea ke Australia Resmi Dilepas, Target Tembus Rp7 TriliunPrabowo Ungkap Target Ekonomi 2027: Pertumbuhan Bisa Tembus 6,5%, Ini Strateginya

Langkah ini dinilai penting untuk untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara sektor industri dan pangan lokal.

AHY menekankan bahwa setiap investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal angka pertumbuhan, tetapi juga tentang pemerataan dan keadilan sosial.

“Setiap progres adalah langkah maju. Setiap rupiah yang diinvestasikan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia pun berharap kepemimpinan Gubernur Maluku Utara dapat terus membawa kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh wilayah. (*)

0 Komentar