Gas Hilirisasi Ayam! Kementan dan Pemkot Bandar Lampung Siap Bangun RPHU Juli 2026

Diskusi
Pertemuan Kementan dan Pemkot Bandar Lampung untuk membangun fasilitas RPHU, lengkap dengan cold storage sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan nasional. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com – Pemerintah pusat bersama daerah mulai tancap gas mempercepat hilirisasi sektor peternakan, khususnya komoditas ayam.

Terbaru, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk membangun fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) lengkap dengan cold storage sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan nasional.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga kualitas produk hasil peternakan, tetapi juga mendukung distribusi pangan berbasis protein hewani, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah.

Baca Juga:Lampung Disiapkan Jadi Kunci Pangan Nasional, Kementan Ungkap Potensi BesarnyaPMK di Lampung Timur Terkendali! Fakta Sebenarnya Terungkap, Ribuan Vaksin Dikerahkan, Kasus Lama Terbongkar

Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Tri Melasari, menegaskan bahwa hilirisasi ayam terintegrasi merupakan program strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dinilai proaktif dalam mendukung percepatan realisasi proyek tersebut.

Menurutnya, keberadaan RPHU dan fasilitas penyimpanan dingin akan memperkuat sistem rantai dingin (cold chain), menjaga mutu produk, sekaligus memperlancar distribusi hasil peternakan ke berbagai wilayah, khususnya di Lampung dan sekitarnya.

Dari sisi pemerintah daerah, dukungan penuh juga ditegaskan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur peternakan modern.

Pemkot Bandar Lampung bahkan siap membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan administratif dan teknis guna mempercepat masuknya investasi.

Proyek ini akan digarap oleh PT Berdikari, yang menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada akhir Juli 2026 setelah seluruh persyaratan terpenuhi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, berharap kehadiran proyek ini mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan.

Baca Juga:Ekspor Tapioka Lampung Melejit, 3.330 Ton Tembus Tiongkok Senilai Rp26 MiliarIming-Iming Gaji Tinggi Berujung Petaka, Anak di Lampung Jadi Target TPPO

Ia menekankan pentingnya prioritas bagi tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen nantinya.

Sementara itu, masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Sabtu, 23 Mei 2026, pihak PT Berdikari memastikan kesiapan mereka dalam memenuhi seluruh ketentuan yang diminta pemerintah daerah agar pembangunan dapat segera terealisasi.

Manajemen perusahaan menyebut dukungan pemerintah kota menjadi faktor penting dalam kelancaran proyek, sekaligus menjadi bagian dari persyaratan utama dalam proses investasi.

Kementerian Pertanian menilai hilirisasi peternakan bukan hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

0 Komentar