Fakta Terungkap! 4 Anjing Pemburu di Bogor Negatif Rabies, Kementan Minta Warga Tak Panik

Aman
Kementan memastikan empat anjing pemburu yang terlibat dalam insiden meninggalnya seorang anak di Jasinga, Kabupaten Bogor, dinyatakan tidak terinfeksi rabies. Foto: Kementan.
0 Komentar

Saat ini, pemerintah bersama daerah menargetkan cakupan vaksinasi minimal 70 persen pada populasi hewan rentan, sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), guna memutus rantai penyebaran rabies.

Kementan juga memperkuat sinergi lintas sektor dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, organisasi profesi dokter hewan, hingga komunitas pecinta hewan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kasus gigitan hewan.

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan penanganan pertama apabila mengalami gigitan hewan, yakni dengan mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit, kemudian segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga:Ledakan Kebutuhan Vaksin Hewan: Kementan Gandeng Investor Bangun Pabrik Modern di SulselKementan Ungkap Strategi Rahasia di Forum Dunia: Kesehatan Hewan Jadi Kunci Kuatnya Ketahanan Pangan RI

“Rabies memang sangat berbahaya karena bisa berakibat fatal setelah gejala muncul. Namun, penyakit ini sepenuhnya dapat dicegah jika ditangani dengan cepat setelah gigitan,” tegas Hendra.

Kementan memastikan akan terus menyampaikan informasi kesehatan hewan secara transparan dan berbasis data ilmiah, serta mendukung proses penyelidikan yang sedang berjalan dengan hasil pengujian yang telah dilakukan. (*)

0 Komentar