Gorontalo, Berita86.com- Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Indonesia semakin menunjukkan kemandirian dalam sektor pangan.
Hal ini tidak lepas dari peran besar petani dan nelayan, serta dukungan kebijakan pemerintah yang terus diperkuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Wapres Gibran Rakabuming Raka saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 yang berlangsung di Gorontalo, Sabtu 20 Juni 2026.
Baca Juga:Tinjau MRT Fase 2A, Wapres Gibran Ungkap Progres Sudah 59%: Target Beroperasi 2027Wapres Gibran Meriahkan Pasar Imlek Semawis Semarang, Ajak Rawat Tradisi dan Keberagaman
Dalam sambutannya, Gibran menekankan bahwa kemandirian pangan menjadi agenda prioritas pemerintah, terutama di tengah dinamika global seperti konflik geopolitik, perang dagang, hingga gangguan rantai pasok dunia.
Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung pada negara lain.
Meski berbagai capaian positif telah diraih, pemerintah disebut masih terus melakukan pembenahan di sektor pertanian.
Langkah tersebut meliputi pengendalian alih fungsi lahan, penyediaan benih unggul, kemudahan akses pembiayaan, jaminan pasar bagi petani, serta perbaikan distribusi pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga memberikan apresiasi terhadap langkah penyederhanaan regulasi distribusi pupuk subsidi yang dinilai mampu mempercepat penyaluran kepada petani.
Masih dilansir dari laman resmi Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada kesempatan tersebut melaporkan percepatan signifikan dalam pencapaian swasembada pangan.
Target yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, kini berhasil direalisasikan hanya dalam waktu satu tahun.
Baca Juga:DJKI Gaspol! Target Keluar dari Priority Watch List, Ini Strategi LengkapnyaWapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Tegaskan Keselamatan Warga dan Percepatan Relokasi
Indonesia juga mencatat peningkatan produksi pangan yang menempatkan negara ini sebagai salah satu yang tertinggi di dunia pada 2025.
Dampaknya, cadangan pangan nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Di sisi kesejahteraan, kondisi petani turut mengalami perbaikan. Harga gabah berada di kisaran Rp6.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai angka 127—level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
Kinerja sektor pertanian juga terlihat dari peningkatan nilai ekspor yang mencapai Rp765 triliun.
Pemerintah pun tengah menyiapkan program bantuan bibit gratis untuk berbagai komoditas strategis seperti kakao, kelapa, dan tebu, yang akan menjangkau lahan hingga ratusan ribu hektare.
