Jakarta, Berita86.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan serius pemerintah.
Menghadapi potensi El Nino 2026 yang diprediksi semakin menguat, langkah antisipasi kini mulai digencarkan secara nasional.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar bencana lingkungan, melainkan ancaman besar yang berdampak langsung pada ketahanan nasional hingga hubungan antarnegara akibat asap lintas batas.
Baca Juga:Stok Beras RI Tembus Rekor 4,6 Juta Ton, DPR-Kementan Gaspol Hadapi Ancaman El Nino dan Krisis GlobalPanggil Mentan ke Istana, Prabowo Siapkan Jurus Hadapi Ancaman Pangan
Dalam Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla 2026 di Jakarta, pemerintah memutuskan untuk kembali mengaktifkan Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla sebagai pusat kendali terpadu. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan respons cepat dari pusat hingga daerah.
“Pendekatan tidak bisa lagi sektoral. Semua pihak harus bergerak bersama dalam satu komando nasional,” tegas Djamari, dilansir dari rilis resmi Kemenko Polkam pada Minggu, 21 Juni 2026.
Enam provinsi ditetapkan sebagai wilayah paling rawan dan menjadi prioritas utama, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki risiko tinggi akibat karakter lahan gambut, luasnya area hutan dan perkebunan, serta kondisi cuaca ekstrem.
Pemerintah pun menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan secara menyeluruh, mulai dari penguatan patroli terpadu, optimalisasi posko siaga, hingga kesiapan personel dan peralatan di lapangan.
Operasi udara dan teknologi deteksi dini juga akan dimaksimalkan untuk mencegah kebakaran meluas.
Sinyal bahaya semakin nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas El Nino akan terus meningkat mulai Juli hingga mencapai puncaknya pada Oktober 2026.
Baca Juga:Di Hadapan Petani, Gibran Tegaskan Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor PanganMenko Polkam Ungkap Arahan Presiden: Korupsi Disikat Tanpa Pandang Bulu
Kondisi ini berpotensi memperparah kekeringan, meningkatkan hotspot, dan memperbesar risiko karhutla.
Upaya mitigasi pun telah berjalan, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca yang sudah dilakukan ratusan kali untuk menjaga kelembapan lahan. Namun pemerintah menegaskan, pencegahan tetap menjadi kunci utama.
“Jangan menunggu kebakaran terjadi. Kesiapsiagaan harus dimulai dari sekarang,” tegas Djamari.
Pemerintah menargetkan tiga fokus utama tahun ini: mencegah karhutla besar, menekan asap lintas wilayah dan negara, serta memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat.
