Jakarta, Berita86.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mempertegas langkah serius dalam menata ulang sektor perunggasan nasional di tengah melimpahnya produksi di berbagai daerah.
Salah satu fokus utama adalah mendorong pelaku usaha untuk menyerap ayam hidup (livebird) langsung dari peternak guna menjaga stabilitas harga di tingkat lapangan.
Selain itu, Kementan juga menjalankan pengendalian produksi DOC (day old chicken) final stock (FS) ayam broiler, disertai penyesuaian menyeluruh dari hulu hingga hilir agar ekosistem usaha perunggasan tetap sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga:Basuki Dukung Hilirisasi Ayam, Pasokan Protein di IKN dan Sekitarnya DiperkuatKomisi IV DPR Apresiasi Ketegasan Mentan: Harga TBS Sawit, Telur, dan Ayam Mulai Naik
Langkah ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pada 23 Juni 2026.
Rapat tersebut menjadi bagian dari pengawalan implementasi dua surat imbauan pemerintah terkait penyerapan livebird serta pengendalian produksi DOC broiler yang telah diterbitkan sejak 9 Juni 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang berdampak pada harga ayam hidup di tingkat peternak.
Pemerintah menilai intervensi terukur diperlukan agar harga kembali stabil dan usaha peternakan tetap berjalan.
Melalui rilis resminya, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga aktif mengawasi pelaksanaannya di lapangan agar benar-benar berdampak.
Ia menyebut, keberhasilan memperbaiki kondisi industri perunggasan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Diperlukan komitmen kuat dari seluruh pelaku usaha untuk menjalankan kesepakatan yang telah dibuat bersama.
Baca Juga:Harga Ayam Hidup Anjlok di Bawah Rp15 Ribu, Kementan Turun Tangan Selamatkan Peternak RakyatGas Hilirisasi Ayam! Kementan dan Pemkot Bandar Lampung Siap Bangun RPHU Juli 2026
Apresiasi juga diberikan kepada perusahaan yang telah mulai menyerap livebird, menyesuaikan produksi, hingga melakukan langkah pengendalian lainnya demi menjaga keseimbangan pasar.
Sedangkan Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami, menilai bahwa keseimbangan pasar tidak akan tercapai tanpa kolaborasi semua pihak.
Menurutnya, imbauan pemerintah menjadi sinyal penting bahwa industri harus segera beradaptasi.
Ia menekankan bahwa perusahaan yang mampu bertahan adalah yang lebih cepat melakukan penyesuaian sebelum pasar mencapai titik seimbang secara alami.
Di sisi lain, komitmen pelaku usaha mulai terlihat. Salah satu perusahaan, PT Intertama Trikencana Bersinar, telah melakukan penyerapan livebird sejak pertengahan Juni dan rutin melaporkan realisasinya. Mereka juga menjalankan afkir dini Parent Stock (PS) sebagai bagian dari pengendalian produksi.
