Rumah Mewah Jampidsus di Sentul Digeledah, Febrie Adriansyah Akui Milik Pribadi

Pusat perhatian
Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Foto: Istimewa.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, akhirnya buka suara terkait penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Febrie mengonfirmasi bahwa properti tersebut memang merupakan milik pribadinya. Ia menegaskan bahwa status kepemilikan rumah itu dapat dibuktikan secara administratif dan telah melalui proses yang sah sejak awal.

“Untuk rumah di Sentul, itu benar milik pribadi saya yang sudah dimiliki sejak lama. Proses kepemilikannya bisa ditelusuri secara jelas,” ujar Febrie saat memberikan keterangan pers di Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga:Jampidsus Febrie Adriansyah Bantah Terkait Kafe Jaksel, Soal Uang di Lokasi Ini PenjelasannyaBrankas Rahasia di Kafe Jaksel Terbongkar, Isinya Uang Dolar dan Dokumen Mengejutkan

Terkait dengan temuan sejumlah uang di lokasi tersebut, Febrie menyebut bahwa dana tersebut memiliki pemilik yang jelas. Ia juga menyinggung adanya aktivitas tertentu serta pihak-pihak yang terlibat, yang menurutnya dapat dikonfirmasi lebih lanjut.

“Ada pemiliknya, ada kegiatan yang berkaitan, dan ada pihak yang menerima dalam kegiatan itu. Selain itu, juga ada aktivitas pembangunan yang bisa diperiksa,” jelasnya.

Meski demikian, Febrie menegaskan bahwa seluruh hal tersebut dapat dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia pun memilih tidak memaparkan lebih jauh asal-usul detail terkait rumah tersebut.

Sebelumnya, penggeledahan dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.

Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat sebuah foto keluarga Febrie bersama istri dan ketiga anaknya terpajang di dalam rumah tersebut.

Penggeledahan ini dikaitkan dengan sejumlah perkara yang tengah ditangani, termasuk dugaan korupsi di tubuh Asabri, PLN sektor batu bara, serta Krakatau Steel. (*)

0 Komentar