Kasmani menyebut persediaan jagung di Bulog wilayah Lampung saat itu mencapai lebih dari 5.000 ton. Menurutnya, jumlah tersebut telah mencukupi kebutuhan peternak UMKM di wilayahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa persoalan pasokan jagung tidak hanya terjadi di Lampung. Peternak di sejumlah daerah lain, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah, juga membutuhkan perhatian agar memperoleh pasokan bahan baku pakan yang memadai.
“Untuk Lampung, stok jagung Bulog sekitar 5.000 ton lebih dan sudah mencukupi kebutuhan peternak UMKM. Namun, yang kami pikirkan adalah peternak di seluruh Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sebelumnya masih mengalami kekurangan jagung,” kata Kasmani.
Baca Juga:Gaspol Energi Mandiri! Arahan Presiden Digeber, Kementan Fokus Biofuel dan Bioetanol dari Sawit hingga JagungTiga Petugas Pertanian Gugur di Papua, Mentan Amran: Mereka Pahlawan Pangan
Ia berharap distribusi jagung melalui program SPHP dapat terus berlanjut sehingga peternak memiliki kepastian pasokan untuk menjaga produksi hingga Februari 2027.
Mentan Amran: Peternak Tidak Akan Dibiarkan Berjuang Sendiri
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung keberlangsungan usaha peternak.
Menurutnya, peternak memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan nasional sehingga perlu mendapatkan perlindungan dan dukungan agar tetap mampu berproduksi.
Amran mengatakan pemerintah akan berupaya membela kepentingan peternak, termasuk memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan.
“Selama kami sehat, kami berada di sisi petani. Tidak akan saya biarkan peternak jalan sendiri. Kami akan membela semaksimal mungkin. Itu perintah Bapak Presiden: jaga mereka, lindungi mereka, beri kesempatan peternak untung, pasti dia berproduksi,” tegas Mentan Amran.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha peternakan, terutama dalam menghadapi persoalan biaya produksi dan ketersediaan bahan baku pakan.
SPHP Jagung Diharapkan Jaga Pasokan Ayam dan Telur
Kementerian Pertanian terus mendorong koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan serta mendukung keberlanjutan peternakan rakyat.
Baca Juga:Pertama dalam Sejarah! Prabowo Undang 150 Periset ke Istana, Teknologinya Bikin TakjubMentan Amran Bongkar Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Capai Rp71 Triliun
Penyaluran jagung SPHP diharapkan dapat memperluas akses peternak terhadap bahan baku dengan harga yang lebih terjangkau.
Dengan biaya produksi yang lebih terkendali dan pasokan jagung yang memadai, peternak diharapkan mampu mempertahankan kegiatan usaha mereka.
Keberlangsungan produksi peternakan juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan produk unggas, termasuk daging ayam dan telur, bagi masyarakat.
