PRINGSEWU, LAMPUNG, Berita86.com- Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung tahap III memberikan angin segar bagi peternak unggas di Lampung.
Melalui program pemerintah tersebut, peternak bisa mendapatkan jagung untuk pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang berkisar Rp8.000 hingga Rp8.400 per kilogram.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari Kasmani, peternak unggas yang juga anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi PKS.
Baca Juga:Gaspol Energi Mandiri! Arahan Presiden Digeber, Kementan Fokus Biofuel dan Bioetanol dari Sawit hingga JagungTiga Petugas Pertanian Gugur di Papua, Mentan Amran: Mereka Pahlawan Pangan
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas dukungan pemerintah terhadap kebutuhan pakan peternak.
Seperti dilansir dari rilis resmi Kementan, apresiasi itu disampaikan Kasmani saat kembali bertemu Mentan Amran di Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10/2026).
Menurut Kasmani, penyaluran jagung SPHP membantu meringankan beban peternak, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghadapi tingginya biaya produksi.
“Terima kasih, Pak Menteri, sudah perhatian sama Lampung, sama peternak Lampung. SPHP tahap III sudah keluar, peternak Lampung sudah dibantu. Terima kasih buat Pak Presiden dan Pak Menteri. Pertanian hebat,” ujar Kasmani.
Harga Jagung Lebih Murah, Biaya Pakan Peternak Terbantu
Jagung merupakan salah satu bahan baku utama pakan unggas. Karena itu, perubahan harga komoditas tersebut berpengaruh langsung terhadap biaya operasional peternakan.
Dengan harga jagung SPHP sebesar Rp5.000 per kilogram, peternak memperoleh selisih harga Rp3.000 hingga Rp3.400 per kilogram dibandingkan harga pasar yang disebut berada pada kisaran Rp8.000–Rp8.400 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut berpotensi membantu peternak mengendalikan pengeluaran, menjaga kegiatan produksi, dan mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah tekanan biaya pakan.
Baca Juga:Pertama dalam Sejarah! Prabowo Undang 150 Periset ke Istana, Teknologinya Bikin TakjubMentan Amran Bongkar Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Capai Rp71 Triliun
Bagi peternak skala kecil, akses terhadap bahan baku dengan harga lebih terjangkau menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas usaha.
Stok Jagung Bulog Lampung Disebut Lebih dari 5.000 Ton
Pertemuan Kasmani dengan Mentan Amran di Pringsewu merupakan kelanjutan komunikasi yang sebelumnya berlangsung di Jakarta pada 9 Oktober 2026.
Dalam pertemuan terdahulu, perwakilan peternak, koperasi, dan asosiasi menyampaikan persoalan pasokan serta tingginya harga jagung yang membebani peternakan rakyat.
